Ayat Alkitab tentang Selingkuh – Alkitab mengajarkan kasih sayang kepada setiap umat-Nya dengan tidak terbatas. Tentunya sangat penting bagi setiap manusia untuk menjaga rasa kasih sayang tersebut. Terutama dalam sebuah rumah tangga antara suami dengan istrinya.
Sayangnya, sekarang ini ada banyak masalah di dalam rumah tangga yang terjadi. Salah satunya adalah karena adanya perselingkuhan. Tentu hal ini dapat memicu pecahnya rumah tangga yang sudah dibina sejak lama bahkan hingga bertahun-tahun.
Tentu penting untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satunya memahami makna tentang ayat Alkitab tentang selingkuh. Sejatinya perselingkuhan hanya akan membawa dampak buruk bagi sebuah rumah tangga dalam menjalani hubungan.
Padahal, setiap permasalahan dalam rumah tangga tentu dapat dihadapi dengan sebaik mungkin. Tanpa perlu melibatkan perselingkuhan. Oleh sebab itu, jangan sekali-kali menghadirkan pihak ketiga karena hanya akan memicu rusaknya sebuah hubungan.
Baca juga: Renungan Kristen Tentang Selingkuh
Arti Selingkuh dalam Kristen
Arti selingkuh dalam konteks Kristen melibatkan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip moral dan etika yang diajarkan dalam iman Kristen. Dalam tradisi Kristen, perkawinan dianggap sebagai ikatan sakral yang diakui oleh Tuhan, dan kesetiaan dalam perkawinan dihargai sebagai komitmen moral yang tinggi. Selingkuh, yang dapat didefinisikan sebagai keterlibatan romantis atau seksual dengan orang selain pasangan sah, dianggap sebagai pelanggaran terhadap kepercayaan, komitmen, dan integritas dalam konteks kehidupan berkeluarga Kristen.
Penting untuk memahami arti selingkuh dalam konteks Kristen sebagai tindakan yang merusak hubungan percaya antara pasangan suami istri dan menciptakan keretakan dalam fondasi perkawinan yang dianggap suci. Kesetiaan dalam perkawinan adalah nilai utama dalam ajaran Kristen, dan ketidaksetiaan dapat menghancurkan dasar hubungan tersebut. Arti ini menciptakan kesadaran akan dampak emosional, rohaniah, dan sosial yang serius dari tindakan selingkuh.
Dalam perspektif Kristen, arti selingkuh juga mencakup konsep pemulihan dan pertobatan. Seseorang yang terlibat dalam selingkuh dihimbau untuk merenung, menyesali perbuatannya, dan mencari pertobatan sebagai langkah menuju rekonsiliasi dengan Tuhan dan pasangan hidupnya. Proses pemulihan dalam konteks Kristen seringkali melibatkan pengampunan dan pemulihan kepercayaan, serta upaya untuk memperbaiki hubungan yang terganggu.
Selanjutnya, arti selingkuh dalam konteks Kristen menciptakan panggilan untuk mendukung dan membimbing pasangan yang terkena dampaknya. Gereja dan komunitas Kristen sering berperan sebagai tempat dukungan moral dan spiritual bagi pasangan yang menghadapi krisis akibat selingkuh. Mereka didorong untuk mencari pemulihan bersama, membangun kembali kepercayaan, dan memperkuat ikatan perkawinan mereka melalui doa, konseling, dan komitmen untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip iman.
Dengan demikian, arti selingkuh dalam konteks Kristen adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai moral, etika, dan komitmen dalam perkawinan. Selingkuh bukan hanya merusak hubungan antarpasangan, tetapi juga menantang panggilan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Kristiani. Proses pemulihan dan pertobatan menjadi penting dalam membawa pemulihan, pengampunan, dan rekonsiliasi dalam konteks iman Kristen.
Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Masa Lalu
Daftar Ayat Alkitab Tentang Selingkuh

Perselingkuhan sendiri adalah perbuatan tidak jujur dan menyeleweng terhadap pasangan. Hal ini terjadi saat seseorang melanggar kesetiaan dalam sebuah hubungan. Mereka akan melibatkan hubungan romantis dengan orang lain diluar hubungan yang sudah dijalani.
Alkitab sendiri menjelaskan bahwa tidak boleh seseorang berperilaku tercela. Seseorang juga tidak boleh saling mendustai karena hal ini hanya akan memperburuk diri. Berikut ayat Alkitab tentang selingkuh:
1. Amsal 28:18
“Siapa berlaku tidak bercela akan diselamatkan, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan jatuh ke dalam lobang.”
2. Amsal 10:9
“Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.”
3. Kolose 3:9-10
“Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;”
4. Amsal 13:5
“Orang benar benci kepada dusta, tetapi orang fasik memalukan dan memburukkan diri.”
5. Amsal 12:19
“Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.”
6. Amsal 12:22
“Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.”
7. 1 Yohanes 1:6
“Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.”
8. Keluaran 20:14
“Jangan berzinah.”
9. 1 Ibrani 13:4
“Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.”
10. Lukas 8:17
“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.”
11. Markus 4:22
“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.”
12. Galatia 5:16-17
“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”
13. Amsal 6:32
“Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.”
14. Matius 5:28
“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”
15. 1 Tesalonika 5:22
“Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.”
16. 2 Timotius 2:22
“Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.”
17. Yohanes 3:20-21
“Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” –
18. Galatia 6:7-8
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”
19. Lukas 6:31
“Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.”
20. 1 Petrus 2:9
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”
21. 2 Samuel 11:2-4
“Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, istri Uria orang Het itu.” Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.”
Baca juga:
Sangat penting bagi seseorang untuk menaruh rasa hormat dan kesetiaan yang tinggi atas perkawinan yang sudah mereka lakukan. Jangan sampai berbuat tercela karena pasti Tuhan akan menghakiminya. Terlebih sesuatu yang tersembunyi tentu akan segera terungkap.
Perhatikan ayat Alkitab tentang selingkuh di atas sebagai panduan agar dapat menjalani hubungan rumah tangga yang setia dan bahagia. Pastikan Anda menjauhkan diri dari segala hal-hal tercela termasuk berselingkuh. Tetap hargai kekurangan pasangan untuk menyempurnakan sebuah hubungan.