35+ Contoh Puisi Tentang Lingkungan Hidup Penuh Makna

Batiknews.com – Lingkungan hidup adalah kanvas indah tempat kehidupan bermekaran. Puisi ini hadir sebagai sorotan terhadap keajaiban alam yang memeluk kita setiap hari. Dalam kata-kata yang mengalun seperti angin, mari kita menyusuri keelokan dan keindahan lingkungan hidup. Puisi ini menjadi panggilan untuk menjaga, mencintai, dan memahami bahwa kita adalah bagian tak terpisahkan dari harmoni alam.

Setiap bait puisi menciptakan gambaran tentang keindahan dan keberagaman alam. Dari hutan yang rimbun hingga ombak yang menyapa pantai, puisi ini mengajak kita untuk merenung tentang keajaiban ciptaan Tuhan. Setiap elemen lingkungan hidup memiliki peran uniknya, menciptakan orkestrasi kehidupan yang menakjubkan. Melalui kata-kata, mari kita temukan kedalaman dan keberagaman yang memperkaya bumi tempat kita berpijak.

Namun, dalam keindahan tersebut, terdapat juga sorotan terhadap kerentanan lingkungan. Puisi ini mencerminkan realitas kerusakan yang terjadi dan risiko kehilangan keindahan yang kita nikmati hari ini. Dengan kelembutan kata, mari kita dengarkan seruan alam untuk menjaga kelestarian, agar generasi masa depan dapat menikmati pesona alam seperti yang kita rasakan saat ini.

Baca juga: Puisi Keindahan Alam Indonesia

Puisi Tentang Lingkungan Hidup

puisi tentang lingkungan hidup
puisi tentang lingkungan hidup

Isu lingkungan hidup menjadi perhatian global yang memotivasi para penyair untuk menciptakan puisi yang menginspirasi kesadaran dan tindakan. Puisi tentang lingkungan hidup seringkali menyoroti tantangan yang dihadapi planet ini, seperti perubahan iklim, polusi, dan kerusakan ekosistem. Melalui kata-kata yang bijak, para penyair menciptakan panggilan untuk menjaga keberlanjutan dan harmoni antara manusia dan alam.

Dalam puisi ini, alam sering dianggap sebagai mitra hidup yang perlu dihormati dan dilestarikan. Para penyair merangkai kata-kata untuk menggambarkan keindahan alam yang terancam oleh tindakan manusia. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenung tentang peran masing-masing dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama. Dengan nada peringatan namun juga penuh harapan, puisi ini menjadi suara yang mendukung perjuangan untuk pelestarian lingkungan.

Judul Puisi : KIDUNG ALAM SEMESTA

Menembanglah burung-burung sebelum terbang
Bernyanyilah ikan-ikan bersama gelombang
Angin pun berkesiur bertiup lembut
Matahari, pohon-pohon, rumput-rumput bersenandung

Bunga-bunga yang elok diterpa gerimis
Bermekaran bagi anak-anak yang manis
Buah dari cinta yang syahdu
Langit pun tertawa dan akan ia kirimkan untukmu
Kesejukan hujan yang akan melupakanmu
Pada kemarau panjang

Batu-batu runcing di jalan
Tak pernah berniat mencelakakan kita
Jalan yang licin, tebing -tebing terjal dan ngarai-ngarai nan dalam
Selalu, bagai terik mentari yang panas memanggang
Melecut untuk mendewasakan
Orang begitu menafsu mengutuki
Kemarahan gunung api dan banjir yang menerjang
Tapi betapa sulit memanjatkan puji syukur
Atas hadirnya endapan lava dan lumpur yang subur

Tersenyumlah rembulan di langit kebiruan
Tersenyumlah bintang-bintang seraya menyibak kelam
Hingga terbit fajar dan mentari menyambung perjalanan musim kembang

Mekarlah pagi dan semoga beban hidup semakin ringan
Karena jiwa dan tangan terbuka menerima amanat kehadiran
Langkah diluruskan dan dipermanta, hidup pun lebih punya makna

Puisi Tentang Lingkungan Alam

puisi tentang lingkungan alam
puisi tentang lingkungan alam

Melalui bait-bait yang indah dan puitis, puisi ini tidak hanya menciptakan gambaran keajaiban alam, tetapi juga mengajak pembaca merenung tentang keharmonisan dan keindahan lingkungan alam.

Dengan kata-kata yang dipilih dengan teliti, puisi ini mengajak kita untuk lebih menghargai kekayaan alam dan menjadikan pelestariannya sebagai misi bersama.

Judul Puisi : ALAMKU BERBICARA

Pertiwi kini berduka,
Pertiwi kini berteriak,
Memangil, mencari,
Dimana manusia berada

Pertiwi berkata
Masih adakah manusia yang akan melayaniku
Kutumpahkan lahar di Jogja,
Kuberi air bah untuk Mentawai,
Kudatangkan banjir untuk Wasior,
Dan kubuat Jakarta tenggelam,
Hutanku, kekayaanku,
Telah kau rampas dengan paksa,
Kau curi seluruh isi perutku…

Aku hanya ingin kau lindungi agar ku dapat bertahan,
Dan dapat memberikan nafas kehidupan untuk mu manusia
Lindungi aku, dan jangan rampas hak milikku
Aku menangis karena kau sakiti,
Dan kau menangis setelah aku tumpahkan isi perutku

Judul Puisi : RENUNGAN ALAM

Berjuta-juta warna di negeri Indonesia
Semua tersedia dari gurun hingga pegunungan
Bermandikan air danau dan lautan samudra
Diterpa rimbunnya dedaunan hutan belantara

Perlahan namun pasti
Kini semua berganti
Hutan alam rontok diterpa kebakaran
Sungai keruh kotor diisi oleh limbah kehidupan

Tak ada yang mengasihi ataupun mengerti
Mencampakkan dan tak mau peduli
Kita lebih suka hedonis tanpa mau mengerti
Bahwa alam memberikan itu semua gratis tanpa upeti

Ada saat dimana alam murka
Mengamuk menghancurkan seisi nusantara
Menghukum si makhluk yang paling sempurna
Atas kesombongan dan keserakahan hidup di dunia

Perbaiki diri dan bulatkan tekad
Bahwa kita harus menjaganya dan merawatnya
Bukan sekedar mengambil hasilnya saja
Tapi lupa untuk melestarikannya

Jangan sampai semua terlambat
Jangan sampai semua menjadi kering
Ataupun gersang menjadi tanah lapang
Buanglah ego keserakahan
Demi alam Indonesia tercinta

Judul Puisi : CAMPUR TANGAN MANUSIA

Burung terbang bebas di alam lepas
Satwa hutan bermain kesana-kemari
Kumpulan ikan saling berlomba tunjukkan diri
Bergerak bebas tanpa takut untuk melepas

Sekarang telah berganti
Burung terbang untuk mencari alam lain
Satwa berlarian dengan penuh rasa lapar
Ikan berenang takut atas suatu pencemaran

Habitat mereka telah tercemari
Pohon-pohon ditebangi
Bahkan sampai dibakar demi sesuap nasi
Mereka hanya ingin tempat berteduh

Semua sudah berkurang perlahan-lahan
Gejolak alam tak terhindarkan
Satwa-satwa lari kebingungan
Melihat tempatnya hilang secara pelan-pelan

Puisi Tentang Lingkungan Rumah

puisi tentang lingkungan rumah
puisi tentang lingkungan rumah

Dalam setiap baris, puisi ini merangkai keunikan dan kehangatan lingkungan rumah. Bait-baitnya tidak hanya menciptakan citra tentang rumah sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai wadah pertumbuhan nilai-nilai keluarga.

Puisi ini membangkitkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan harmonis untuk kebahagiaan bersama.

Judul Puisi : HIJAUNYA HALAMAN RUMAH

Bila senja telah tiba
Aku duduk di depan rumah
Memandang tanaman yang hijau
Di bawah cahaya surya kemilau.

Tanaman tumbuh dengan subur
Bunga berkembang mekar berseri
Hijaunya halaman rumahku
Lingkungan asri cita-citaku.

Puisi Tentang Lingkungan Sekolah

puisi tentang lingkungan sekolah
puisi tentang lingkungan sekolah

Bait demi bait puisi ini menciptakan gambaran tentang lingkungan sekolah sebagai tempat pembelajaran dan pertumbuhan. Dengan bahasa yang penuh semangat, puisi ini tidak hanya merayakan keunikan sekolah sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga mengajak kita untuk ikut serta menjaga dan menciptakan lingkungan sekolah yang inspiratif.

Judul Puisi : HIJAU RINDANG SEKOLAHKU

Di sini aku menemukan hidup baru
Dalam deraian syukur dalam kalbu
Menatap masa depan di dalam rumah keduaku
Sekolah tempatku mencari ilmu

Di sini, kehijauan yang menghampiri ruang dan waktu
Angin semilir diterpa kesejukan
Membelai tubuhku lembut
Kedamaian merasuk dalam hati

Di Sini, di Sekolahku
Aku duduk di bawah pohon
Diatas rumput hijau yang mengindahkan pandang mata
Dengan lembutnya semilir angin
Dengan sejuknya udara,
Sekolah adalah taman terindah pencari ilm

Judul Puisi : ASRINYA SEKOLAHKU

Pagi datang lagi,
Segenap hasrat terkumpul kembali,
Setelah bercengkrama dengan mimpi,
Mulai balik menjajal hari.

Harumnya bunga yang mekar,
Melati, Kasturi dan mawar,
Menyajikan keindahan tanpa tawar,
Membangkitkan semangat untuk belajar.

Ini adalah sekolahku,
Betapa Asri dan bersihnya kamu,
Ketenangan menyentuh kalbu,
Kobarkan api semangat menuntut ilmu.

Guru, teman, halaman depan dan belakang kelas,
Ada kenyamanan yang ciptakan bekas,
Jangan sertakan rasa malas,
Mari bersama belajar keras.

Judul Puisi : BELAJAR DENGAN SEHAT

Tak ada sampah,
Debu dan gelisah,
Semua hati merasa sumringah,
Ketika kaki sampai ke sekolah.

Memulai belajaran dengan semangat,
Senangnya, bisa belajar dengan sehat,
Memupuk diri dengan ilmu bermanfaat,
Untuk bekal dunia dan akhirat.

Terima kasih, guruku,
Teman-teman dan diriku sendiri,
Atas lingkungan yang bersih ini,
Atas kenikmatan belajar di masa kini.

Pagi tiba dengan sehat,
Belajar bersemangat,
Pulang selamat,
Dengan membawa segenap Rahmat.

Ketika pagi datang lagi,
Semangat tak pernah lari,
Tak sabar rasanya ingin kembali,
Menuntut ilmu ke sekolah lagi.

Judul Puisi : INDAHNYA SEKOLAHKU

Tak terasa, telah tiga tahun aku disini
Menuntut ilmu
Meraih mimpi
Mengejar prestasi
Sekolahku bersih dan indah
Membuatku merasa lebih nyaman belajar di sekolah

Sekolahku yang indah
Membuatku merasa betah belajar di sekolah
Pohon-pohon yang rindang
Dengan buah dan bunga yang indah
Akan kujaga kebersihan sekolahku
Tetaplah menjadi sekolah yang nyaman untuk semua orang

Baca juga: Renungan Kristen Tentang Lingkungan Hidup

Puisi Tentang Lingkungan Bersih

puisi tentang lingkungan bersih
puisi tentang lingkungan bersih

Dengan bahasa yang lugas, puisi ini menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setiap bait menjadi seruan untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan, memupuk kesadaran akan perlunya lingkungan yang bersih sebagai wujud komitmen kita terhadap kesehatan dan kelestarian alam.

Judul Puisi : LINGKUNGANKU BERSIH

kiri kanan pepohonan menjulang
menyebarkan udara yang segar
tak ada sampah kutemukan
di sekitar panjang jalan

itulah lingkunganku
itulah tempat tinggalku
lingkungan yang subur
lingkungan yang makmur

lingkunganku
bersih tanpa sampah
membuat keadaan nyaman
membuat manusia senang

aku ingin ini terus berlangsung
tanpa sampah tanpa kotor
aku ingin terus seperti ini
hingga aku tua nanti

Judul Puisi : LIHAT HALAMANKU

Hai, ayah dan ibu,
Lihatlah halaman rumah ini,
Saksikan bagaimana dia Asri,
Perhatikan, jangan senyum sendiri.

Hai, kawan,
Coba nikmati saja,
Tak perlu menyanjung suka,
Semua berkat sadar dan kerja,
Aku mencintai alam dan isinya.

Cobalah,
Rasakan bagaimana ia memanjakanmu,
Bagaimana ia memunculkan senyummu,
Bagaimana ia seakan memberi harapan baru,
Ya, inilah halaman rumahku.

Begitu indah,
Seleraku tergugah,
Aku ingin lebih, dan lebih,
Cukup menikmati, penuh dengan kasih

Puisi Tentang Lingkungan 3, 4 dan 5 Bait

puisi tentang lingkungan 3, 4 dan 5 bait
puisi tentang lingkungan 3, 4 dan 5 bait

Dalam ragam baitnya, puisi ini menjelajahi aspek-aspek berbeda tentang lingkungan dalam jumlah bait yang bervariasi. Setiap bait membawa nuansa yang berbeda, merangkai cerita lingkungan dengan cara yang unik dan menarik. Puisi ini menjadi kumpulan pemikiran tentang lingkungan dalam perspektif yang beragam.

Judul Puisi : Lingkungan Tempat Tinggalku

Lingkungan tempat tinggalku
Aku selalu menjejakkan kaki ku untuk datang kepadamu
Ku sering bersih kan dirimu karna ku mencintai sepenuh hati ku
Sapu menjadi sanksi bahwa kau semangat ku

Pagi menjelang, burung burung berkicau merdunya
Ku lihat dirimu hingga buat ku terpesona
Seakan bahagia nya diriku di sana
melihat kau sangat bersih nya

Ke sejukkan mu buat fikiran ku jernih selalu
Kamparan rumput bergoyang akan indahnya dirimu
Namun ada saat nya tak selalu ku bersamamu
Karna banyak yang menunggu ku

Judul Puisi : TERIMA KASIH, TUHAN !

Terima kasih, Tuhan,

Kuucapkan dengan penuh sadar,
Atas semua yang Kau persembahkan,
Atas segala pemberian dan kemurahan.

Terima kasih, Tuhan,
Atas hidup yang Kau berikan,
Atas indahnya sebuah Lingkungan,
Yang disuguhkan alam lewat pemandangan.

Terima kasih, Tuhan,
Tanpa-Mu, ini semua takkan ada,
Campur tangan-Mu memberi makna,
Bagi kami yang tak berdaya.

Ya Tuhan, jagalah Lingkungan indah ini,
Sudahilah segala bencana sampai disini,
Berikan kami kesadaran dan kekuatan diri,
Untuk melestarikan isi bumi.

Catatan :
Selain puisi 3 dan 4 bait, ada pula jenis puisi 2 bait yang mana puisi tersebut hanya terdiri dari 2 paragraf saja. Namun puisi 2 bait ini sepertinya jarang digunakan karena dirasa kurang bisa mendeskripsikan suatu keadaan.

Puisi Tentang Keindahan Lingkungan

puisi tentang keindahan lingkungan
puisi tentang keindahan lingkungan

Bait-bait puisi ini menciptakan lukisan indah tentang keindahan alam dan lingkungan sekitar. Dengan kata-kata yang dipilih secara teliti, puisi ini menggambarkan pesona alam dengan cara yang memukau. Puisi ini menjadi perjalanan puitis yang memperdalam apresiasi terhadap keunikan dan keajaiban lingkungan.

Judul Puisi : PEMANJA MATA

Ada masa dimana,
Matamu begitu terbelalak,
Yaitu ketika dia,
Menatap keindahan lingkungan.

Ada saatnya dimana,
Matamu termanjakan,
Dengan suguhan penglihatan,
Yang enggan melepas pandangan.

Bukan kemewahan, berlian,
Emas dan intan,
Semua tak dapat dinikmati setiap insan,
Namun disini, lingkungan ini,
Matamu enggan mengelak.

Betapa indahnya, alam-Mu,
Betapa tersadarnya, hamba-hamba-Mu,
Akan kesadaran pelestarian lingkungan,
Mengalir deras asa, menggapai masa depan.

Oh Tuhan,
Jagalah, kami akan jaga,
Lindungilah, kami melindunginya,
Jangan timpakan bencana,
Jangan titipkan azab-Mu disana.

Betapa Indahnya
Setiap pagi, selepas tersentak,
Kubuka jendela kamarku,
Terlihatlah halaman tidak luas,
Namun dipadati bunga-bunga yang indah.

Judul Puisi : BETAPA INDAHNYA

Selera tergugah olehnya,
Semangat dan hasrat mulai menyala,
Tuk hadapi kerasnya dunia.

Demikianlah yang terlintas,
Tak ada lagi yang pantas untuk kukeluhkan,
Tak ada yang patut aku ragukan,
Keindahan alam ini memberikan segalanya.

Betapa indahnya, dan sadarilah itu,
Kupu-kupu, bunga yang mekar,
Harum semerbak nan merona,
Ditepis angin namun tetap tegar.

Semoga tak ada,
Tangan-tangan penuh nista,
Merampas, memetik, menciptakan derita,
Hingga aku kembali,
Terbangun lagi di pagi buta.

Puisi Tentang Pencemaran Lingkungan

puisi tentang pencemaran lingkungan
puisi tentang pencemaran lingkungan

Dalam kejernihan kata, puisi ini menggambarkan dampak negatif dari pencemaran lingkungan. Bait-baitnya menjadi panggilan untuk bertindak, menciptakan kesadaran akan perlunya upaya bersama dalam menjaga agar lingkungan tetap bersih dan sehat. Puisi ini menjadi suara yang menyuarakan keprihatinan terhadap masalah lingkungan.

Judul Puisi : RUSAKNYA LINGKUNGAN

Selamat tinggal untuk hijaunya alam
Selamat tinggal untuk birunya sungai
Semua terganti oleh beton-beton kehidupan
Tidak ada ganti rugi ataupun penyesalan

Kita rubah itu semua atas nama perubahan
Demi pembangunan kata mereka sih begitu
Lupa akan pentingnya keseimbangan
Yang penting dompet tebal
Walau otak jadi ikutan bebal

Saling menyalahkan ketika banjir terjadi
Tuding sana-sini, lupa apa yang telah diperbuat
Malu untuk mengakui pengrusakan
Tidak mau mengedepankan keseimbangan
Hanya kerakusan atas nama perubahan

Judul Puisi : ALAMKU YANG MALANG

Udara kematian berkumpul pekat,
Asap hitam pekat bergerak bebas tak terikat,
Sesakkan dada matikan jiwa.

Lautan berubah coklat kehitaman,
Tercemar limbah kemanusiaan,
Kematian pun datang dengan tergesa-gesa.

Tanah ini murni sejak jaman dahulu kala,
Dipenuhi dengan kehidupan dalam balutan mahkota,
Sekarang menjadi gersang dan berkehidupan.

Para merpati lari selamatkan diri,
Tergerus oleh keserakahan,
Terusir oleh keegoisan,
Terbang bebas tak tentu arah.

Bumi pertiwi memberikan segalanya,
Manusia campakkan itu semua,
Lingkungan perlahan mulai pudar,
Terganti oleh nafsu egois tanpa sadar.

Puisi Tentang Sampah Lingkungan

puisi tentang sampah lingkungan
puisi tentang sampah lingkungan

Puisi ini meresapi kenyataan tentang masalah sampah lingkungan. Melalui bahasa yang tajam, puisi ini menjadi ajakan untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, menciptakan kesadaran akan pentingnya mengurangi, mendaur ulang, dan membuang sampah dengan bijak. Puisi ini menjadi refleksi tentang tanggung jawab kita terhadap kebersihan lingkungan sehari-hari.

Judul Puisi : AYOLAH BERBENAH DIRI

Hujan masih menciumi bumi dengan buas
Hingga tak jarang meluberkan aliran-aliran sungai
Menyeret sampah-sampah turun ke jalan
Menyumpal tubuh jalan, menggunung tak tanggung-tanggung

Miris menyaksikan wajah kotaku kini
Akibat ulah tangan-tangan liar
Aroma tajam menusuk sepanjang jalan
Menjadi bom waktu yang kapan saja siap meledak
Meluluh-lantakkan negeri tanpa disadari

Sekarang, jangan tanya lagi di mana nurani
Mari saja segera berbenah diri
Buang sampah pada tempatnya
Ajarkan semenjak dini pada buah hati
Agar kota asri masih sanggup kita nikmati, nanti

Puisi Tentang Cinta Lingkungan

puisi tentang cinta lingkungan
puisi tentang cinta lingkungan

Dengan penuh kehangatan, puisi ini menyuarakan cinta terhadap lingkungan. Setiap bait menciptakan suasana kepedulian, mengajak kita untuk mencintai dan merawat lingkungan sebagai ekspresi kasih sayang terhadap bumi yang kita tempati.

Puisi ini menjadi himbauan untuk menjadikan cinta terhadap alam sebagai pendorong utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Judul Puisi : LINGKUNGAN HIDUP BERMAKNA

Mewujudkan lingkungan hidup sehat dan bersih
Jiwa penuh kasih sayang bertabur kasih
Antarsesama menjalin persahabatan dan persaudaraan
Terhadap alam bersikap santun, pantang sewenang-wenang

Menggali tambang dan hasil bumi, menebang pohon-pohon di hutan
Dengan terkendali, bukan ekploitasi
Seraya dilakukan reboisasi
Memanfaatkan alam ciptaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan
Jangan berlebihan, jangan sampai hilang keseimbangan

Biarlah tercipta harmoni dan lestari
Agar dunia serasa surga bagi penghuninya
Hati sejuk damai penuh rasa syukur pada Ilahi
Rahmat karunia-Nya pun terlimpah mengantarkan bahagia

Judul Puisi : JADIKAN ALAM ELOK BERSERI

Wujudkan kehidupan dan alam semesta ini
Berseri, bersih itu sehat, rapi itu indah
Jangan sampai di mana-mana bertebaran sampah
Nikmati hidup higienis dan estetis
Dengan sesama penuh kemanfaatan dan humanis

Alam tidak pernah salah, maka ketika bencana melanda
Banjir menggenangi pedesaan dan kota-kota
Tanah-tanah longsor, hama menyerang tanaman
Masihkah kita masa bodoh dan tak peduli
Sehingga semuanya terulang lagi?

Semua peristiwa, pahit dan manis, tangis atau bahagia
Mengandung pelajaran berharga
Tak pernah hadir sia-sia tanpa makna
Maka pandai-pandailah kita
Memberi arti dan mengambil hikmahnya

Lingkungan hidushan bersih
Kita rawat semesta amanat Tuhan
Hari cerah ceria penuh rasa syukur bertabur kasih

Judul Puisi : AKU CINTA ALAMKU

Aku cinta alamku,
Dengan segala yang dipersembahkan,
Aku menyayangi sepenuh hati.

Oh tidak, entah bagaimana jadinya,
Jika para perusak mulai bergerak,
Memenuhi nafsu yang membulalak,
Pasti kan hancurlah semuanya.

Tidak, sungguh tak boleh terjadi,
Aku tak ingin jadi pembenci lagi,
Semua berawal mulai hari ini.
Percayalah, kujaga, takkan kau mati.

Aku cintai kau setulus hati,
Pasti kan kubalas budi,
Atas semua yang kau beri,
Untuk alamku, semoga tetap alami

Puisi Tentang Lingkungan Sehat

puisi tentang lingkungan sehat
puisi tentang lingkungan sehat

Dengan kata-kata yang memberikan nuansa kesegaran, puisi ini membahas pentingnya lingkungan yang sehat bagi kehidupan kita. Bait-baitnya menjadi seruan untuk menjaga dan memperjuangkan lingkungan yang mendukung kesehatan kita dan generasi mendatang.

Puisi ini menjadi cermin akan perlunya tindakan nyata dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Judul Puisi : LINGKUNGANKU SEHAT

Di pagi hari ku terbangun dari tidurku
Ku melihat ke kiri ke kanan
Banyak sampah bertebaran
Mengapa manusia tidak mau menjaga kelestarian kita?
Kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga kelestarian lingkungan

Kita harus menjaga kelestarian lingkungan agar bersih
Jika lingkungan sudah bersih
Lingkungan kita pun menjadi sehat
Jika tidak ada lagi sampah bertebaran
Kita pun merasa nyaman…

Itulah kita harus menjaga lingkungan kita…
Agar menjadi lingkungan yang bersih
Dan menjadi lingkungan yang sehat…

Puisi Tentang Lingkungan Hutan

puisi tentang lingkungan hutan
puisi tentang lingkungan hutan

Bait demi bait puisi ini menggambarkan keajaiban dan keberagaman hutan. Dengan bahasa yang menghidupkan, puisi ini menjadi perjalanan puitis yang mengajak kita merenung tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan.

Puisi ini menjadi pengingat akan peran kita sebagai pelindung hutan dan pelestari keanekaragaman hayati.

Judul Puisi : SELAMATKAN HUTAN

Bagaimana jadinya,
Bila rindangnya hutan,
Menjadi sasaran utama para serakah,
Yang hatinya penuh amarah ?

Bagaimana selepasnya,
Bila sejuknya kaki gunung,
Digunduli oleh mesin-mesin baja,
Yang hanya tahu untung ?

Bagaimana nasib para penerus,
Ketika tahu hutan menjadi tandus,
Tak diperhatikan dan tak terurus,
Yang tersisa hanya gersang dan hangus ?

Bagaimana?
Apakah mereka hanya bisa mengelus dada?
Melihat apa yang terpandang di depan mata?
Sebegitu tegakah tuan berkuasa,
Hingga mereka hanya berbungkam kata?

Tolonglah,
Jaga dan selamatkan hutan kita

Judul Puisi : BERSYUKUR

Seberapa keras hatimu,
Hingga luasnya rahmat yang tersuguhkan,
Kau malah menghancurkan,
Tanpa rasa belas kasihan.

Bersyukurlah, teman,
Segala yang ada didepan mata,
Adalah Anugerah Yang Maha Kuasa,
Bukan kepunyaan maupun milik kita.

Jagalah ia,
Rawat sepenuh jiwa,
Kenyamanan dan kelestarian hutan,
Pastilah dambaan setiap insan.

Mari, rangkul tanganku,
Peliharalah ia dan jangan kau ragu,
Aku disampingmu, bukan dibelakangmu,

Ayo, kita bersama untuk maju,
Menjaga dan melindungi langit yang biru,
Dari asap dan debu menggebu

Puisi Tentang Lingkungan Sekitar Rumah

puisi tentang lingkungan sekitar rumah
puisi tentang lingkungan sekitar rumah

Dalam bait-bait yang akrab, puisi ini mengangkat isu-isu lingkungan yang berkaitan dengan sekitar rumah. Setiap kata menjadi sorotan terhadap kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi lingkungan sekitar kita.

Puisi ini mengajak kita untuk lebih peka terhadap dampak kecil yang dapat kita lakukan untuk menciptakan perubahan positif bagi lingkungan di sekitar rumah.

Judul Puisi : Lingkungan Sekitar Rumah Nan Indah

Rumahku adalah istanaku
Tamannya indah dipenuhi bunga
Kupu-kupu pun singgah berbahagia
Aku menatap senang dari jendela

Rumahku dekat dengan alam
Di belakangnya sawah terbentang
Sungguh indah ketika dipandang
Terlebih ketika langit menuju petang

Rumahku adalah harta bagiku
Tempat bercanda bersama ayah dan ibu
Tempat melepas penat bersama saudaraku
Sungguh tak akan kulepas demi apapun itu.

Puisi Tentang Menjaga Kebersihan Lingkungan

puisi tentang menjaga kebersihan lingkungan
puisi tentang menjaga kebersihan lingkungan

Dengan bahasa yang bersahaja, puisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setiap bait menjadi dorongan untuk menjalankan tindakan-tindakan sederhana yang dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan sekitar.

Puisi ini menjadi seruan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab kolektif.

Judul Puisi : MENJAGA LINGKUNGAN

Lingkungan ku…
saat kau tercemar
aku lupa membersihkannya
saat kau kotor
aku tidak membersihkannya

Lingkungan ku…
kau menjadi berpolusi karena manusia
kau menjadi kotor karena kami
semua ulah itu kesalahan kami

Lingkungan hidupku…
maafkanlah perbuatan kami
maafkan pula kelalaian kami
mulai saat ini, kami pasti akan menjagamu

Puisi Bahasa Jawa Tentang Lingkungan

puisi bahasa jawa tentang lingkungan
puisi bahasa jawa tentang lingkungan

Dalam keindahan bahasa Jawa, puisi ini membawa nuansa kearifan lokal dalam merawat lingkungan. Bait-bait bahasa Jawa menjadi ungkapan tentang kekayaan alam dan budaya yang perlu kita lestarikan. Puisi ini menjadi representasi keindahan dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Judul Puisi : BUMIKU

Kebentang saene bumiku
Tan ijo royo-royo
Paro kewan sami manut maring ndorone
Enten ing sawah anggarap siti

Ananging sakniki mboten kados riyen
Nanging sakniki bumiku sampun rusak
Koyo-koyo wes mboten enten ijo-ijone maleh
Kranten ulahe manungso

Leno marang waktu
Lan nglirwakake kewajiban
Mararing Gusti
Seng akaryo jagad

Judul Puisi : ALAM KANG LESTARI

Bukit-bukit kang ijo…
Sawah-sawah kang selak kuning…
Swara alang-alang kang gumrising…
Ndadikno atiku ayem lan tentrem

Wit-witan kang rindang
Embung kang nyejukake ati
Lemah kang gembur lan subur
Alamku kang apik lang agung

Swara tetembangan manuk sing mabur
Suwara banyu kang netes-netes
Angin kang sumrisik ngrasuk ing ati
Pancen lestantun alamu

Alam kang adem howone
Alam kang indah isine
Alam kang bisa nentremake
Iki alamku alam kang lestantun…

Puisi Tentang Lingkungan Terbaru dan Terbaik 2024

puisi tentang lingkungan terbaru dan terbaik
puisi tentang lingkungan terbaru dan terbaik

Dengan sentuhan kekinian, puisi ini menjadi refleksi terbaru tentang lingkungan di tahun 2024. Melalui bait-bait yang segar, puisi ini mengajak kita untuk terus berinovasi dalam menjaga lingkungan.

Puisi ini menjadi teropong masa depan, menciptakan harapan baru dan semangat untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan di tahun yang akan datang.

Judul Puisi : Senja yang Indah

Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta

Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam

Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagaikan lukisan
Di sudut langit yang tipis berawan
Hiasan terbesar sepanjang zaman

Judul Puisi : Sang Bulan Mengusap Lukaku

Senyuman manis sang bulan menyapaku
Begitu indah mekarkan suasana hatiku
Sejenak kuterdiam termangu
Memandang indahnya yang tak pernah jemu

Sinarmu terpancar mengusir gelap
Menembus malam hadirkan terang
Kunikmati cahayamu hangatkan malamku
Bahagiakan rongga hati ini yang tersinari

Bulan, belailah jiwaku ini
Yang begitu tegang menjalani hari
Usaplah sesaknya asmara di dada ini
Keringkanlah luka menganga dihati ini

Bulan, memandangmu membuatku mengerti
Bahwa keindahan tak harus selalu didekati
Bahwa keindahan tak harus selalu dimiliki
Namun hanya untuk sekedar di pandang dan dikagumi

Judul Puisi : Potongan Surga Nusantara

Masih dalam renungan pagi
Saat burung berkata merdu
Menyanyi kicau sendu
Tentang alam hari ini

Disana terhampar potongan surga
Terlukis dalam ranah keindahan
Langit selaksa biru nan indah
Awan berarak mengikuti sang angin

Padi menunduk dalam kebersahajaan
Terhampar diatas permadani kuning alam pesawahan
Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya
Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari

Inilah Indonesiaku, potongan surga yang Tuhan kirimkan kepada rakyat kita
Inilah Indonesiaku, keindahan lukisan Tuhan yang tergores di kanvas negeriku
Inilah Indonesiaku, hamparan keindahan yang menghias tanah airku
Inilah Indonesiaku, tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan

Judul Puisi : Kemana Perginya Alam Lestari

Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru
Kiri kanan sawah, tengahnya sungai
Di antara gunung matahari terbit malu-malu

Namun sekarang kemana?
Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan
Kini tanahku berwarna abu
Lama kucari tanah becekku

Tapi kenapa sekarang tak nampak?
Cemara kehidupan tinggi menjulang
Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan

Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh
Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu
Mengapa bisa begitu?

Sering banjir, sering longsor
Di barat ada asap bikin marah tetangga
Padahal dahulu tidak begitu
Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu

Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih
Menanggung pilu sambil tertatih
Anak-anaknya nakal semua
Biar dimarahi tapi tak pernah jera

Judul Puisi : Namaku Alam

Perkenalkan, namaku adalah alam
Aku adalah tempat tinggal bagi flora dan fauna
Dimana bagi hewan-hewan aku adalah rumah mereka
Tempat mereka bertumbuh, berkembang biak, dan mencari makan
Melakukan semua aktivitas kehidupan alam

Bukan hanya hewan, tumbuhan pun merasakan hal yang sama
Bagiku, tumbuhan adalah perhiasanku
Dan hewan, adalah peliharaanku

Aku juga slalu memberi kesejukan bagi penduduk bumi
Aku memberikan oksigen bagi manusia
Aku juga memberikan sumber daya bagi mereka
Memberikan mereka energi, kekuatan, perhiasan
Dan segalanya yang mereka butuhkan

Semua itu adalah pada saat bumi masih dalam keadaan stabil
Ketika bumi tidak dipenuhi orang orang serakah
Menggunakan sumber dayaku sesuai kebuhannya saja

Tapi kini…
Manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiri
Mereka tak pernah memikirkan aku
Mereka slalu ingin lebih atas apa yg telah diberi oleh-Nya

Ketamakan, kerakusan, pemborosan
Telah membawaku kepada kerusakan
Lihat apa yang telah mereka perbuat padaku
Setelah apa yang aku berikan pada mereka

Mereka membalasnya dengan merusakku
Menebang pohon pohonku
Memberikan polusi padaku
Memburu hewan hewanku
Dan merusak ozonku dengan zat zat yang dulu tak pernah ada di bumi ini

Sungguh perih hati ini rasanya
Apakah tak ada kesadaran sedikit pun dihati mereka?
Apakah tak ada rasa iba mereka atas rusaknya diriku?
Sungguh, sungguh, dan sungguh sangat miris hati ini

Judul Puisi : Alam Dilembah Semesta

Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahyanya menusuk citra
Pahatan Gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zamrud

Tinggi… Tajam…
Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah sanubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak

Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di celah kaki-kaki menjejak karya-Nya

Di manakah aku berada?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup serasa sempurna

Sungguh jelita permadani ini
Terbarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya
Serasa bertualang di negeri tak bertuan alam

Judul Puisi : Indahnya Alam Negeri Ini

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk, tenang, senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan

Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga

Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna

Judul Puisi : Derai Cemara Udang

Angin pantai disela gerimis mendera pelan
Sejenak berteduh di bawah pohon-pohon cemara udang
Kemudian lenyap ke arah gubuk-gubuk bambu yang reot
Tanpa atap di tepian jalanan pantai

Senja ini, tiada yang romantis atau membiuskan angan ke dalam khayal yang beku
Dan ratusan hari terkubur diam

Pantai ini telah sepi
Hanya derai cemara udang
Hanya rintik gerimis yang tidak kunjung reda
Tidak juga menjadi hujan deras

Ada yang berubah!
Pantai ini merubah dirinya menjadi teduh, hijau dan di beberapa sudut tumbuh padang rumput
Ada cemara udang, perahu nelayan yang sepuluh tahun yang lalu belum kulihat
Ini adalah pantai kenangan


Seiring perjalanan puisi ini meresapi keindahan lingkungan hidup, mari kita merangkul peran kita sebagai pelindung bumi. Puisi ini bukan hanya sekedar kata-kata, melainkan undangan untuk bersatu dalam menjaga dan merawat keajaiban alam.

Semoga keindahan puisi ini membangkitkan kesadaran, menggetarkan hati, dan menginspirasi tindakan nyata untuk melindungi lingkungan hidup. Selamat merenung, menjaga, dan mencintai kehidupan yang tumbuh subur di sekitar kita.

Cindy Amara

Cindy sangat suka membuat artikel mengenai arti nama bayi beserta sejarah, asal usul, dan popularitasnya.