Doa Kidung Zakaria sering juga disebut sebagai Kidung Kerasulan Rosario Pertobatan. Kidung ini merupakan nyanyian dari Nabi Zakaria yang memuji kebesaran Allah, karena sudah memberikan seorang anak yang kelak juga akan menjadi nabi yang besar.
Selain itu, nyanyian ini juga menggambarkan perasaan bahagia Zakaria karena akhirnya Allah menggenapi janji-Nya atas kedatangan Mesias untuk menyelamatkan bangsa Yahudi. Maka banyak ahli membagi kidung ini menjadi dua bagian, bagian pertama beisi ucapan syukur atas datangnya Yesus sebagai Mesias dan bagian kedua karena kelahiran Yohanes Pembabtis, anak Zakaria.
Kidung ini sendiri diambil dari Lukas 1 : 68 – 79. Dalam kitab ini juga diceritakan perjalanan Zakaria ketika awalnya tidak percaya akan janji Tuhan, hingga akhirnya mengalami sendiri mujizat dan juga penggenapan janji tersebut.
Banyak orang yang sudah mengucapkan doa ini berulang kali, tapi belum tentu semuanya memahami arti yang ada di dalamnya. Bukan hanya ucapan syukur belaka, melainkan bentuk kesungguhan hati ketika menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat manusia.
Doa Kidung Zakaria
Doa dari Nabi Zakaria ini mengajarkan cara untuk mengucap syukur atas segala hal baik yang diberikan oleh Tuhan. Dalam Katolik, kidung ini sering dinyanyikan atau dipanjatkan ketika pagi hari, baik saat ibadah maupun ketika saat teduh pribadi.
Isi Doa Kidung Zakaria
Terpujilah Tuhan, Allah Israel.
Sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kita seorang Penyelamat yang gagah perkasa.
Putra Daud hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sedia kala, dengan pengantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.
Untuk menunjukan rahmat-Nya kepada leluhur kita dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita.
Akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut
Dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang Maha Tinggi.
Sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya.
Berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kita penuh rahmat dan berbelas kasihan.
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
Dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.
Kemuliaan…
Alasan Kidung Zakaria Dipanjatkan Ketika Ibadah Pagi
Orang pertama yang dianggap sebagai tokoh yang memperkenalkan pengucapan Kidung Zakaria ke dalam liturgi ibadah pagi adalah seorang santo dari Nursia. Beliau bernama Santo Benediktus yang hidup pada masa 480 – 547 Masehi.
Alasan pemuatan kidung ini di dalam ibadah pagi, besar kemungkinan karena kidung ini berisikan pengucapan syukur. Hal ini selaras dengan ibadah pagi yang memang seharusnya berisikan terima kasih, karena penyertaan Tuhan semalaman dan kepercayaan bahwa Tuhan tetap akan melindungi dan menuntun pada hari itu.
Selain alasan tersebut, kehadiran Yesus yang sering disandingkan dengan perumpamaan fajar yang menyingsing juga menjadi alasan Kidung Zakaria dimasukkan ke dalam ibadah pagi.
Hal ini diungkapkan oleh seorang penulis liturgis yang hidup pada masa abad ke-13. Pria bernama Durandus tersebut percaya, bahwa fajar yang juga adalah cerminan terang merupakan kepribadian Yesus.
Memasukkan kidung Zakaria ke dalam ibadah pagi menjadi bukti iman Katolik yang mengakui, bahwa Yesus adalah Terang Dunia yang akan memberikan cahaya bagi dunia yang gelap. Selain itu, juga menjadi ungkapan terima kasih karena besarnya cinta Tuhan atas umat manusia, sehingga menciptakan karya keselamatan yang tidak ternilai harganya.
Doa Kidung Zakaria merupakan salah satu doa wajib yang sering diucapkan oleh umat bersama-sama ketika ibadah. Makna dari kidung ini sangat dalam, sehingga kita perlu mendalaminya dan megucapkannya dengan penuh kesungguhan hati. Ucapan syukur semacam ini menjadi persembahan yang harum di hadapan tahta Allah.
Doa ini juga menjadi bukti bahwa kita mengimani keselamatan yang dianugerahkan kepada kita dan harus mau mempertanggungjawabkannya. Tidak ada nama lain yang patut disembah dan diagungkan, selain nama Yesus Kristus dan hanya kepada-Nya iman kita bertumbuh.