Ayat Alkitab Tentang Perpuluhan – Semua yang ada di dunia ini, termasuk harta masing-masing individu bukanlah sepenuhnya milik manusia. Meskipun cara mendapatkan harta-harta tersebut dilakukan oleh susah payah serta kerja keras. Namun, perlu diketahui jika semua itu merupakan kebaikan yang diberikan oleh Tuhan.
Mengenai hal ini, Alkitab sudah membahas tentang hal tersebut, yang berkaitan dengan perpuluhan atau persepuluhan. Dengan adanya ayat – ayat itu, manusia bisa terus bersyukur atas apa yang mereka miliki tanpa harus membandingkan kepunyaan diri sendiri dengan orang lain.
Di dalam ayat Alkitab mengenai perpuluhan tersebut, umat Kristiani bisa memahami maksud atau maknanya supaya bisa menerapkannya dalam hidup. Bahkan, penyebutan persepuluhan itu tidak hanya pada satu ayat saja, melainkan banyak ayat dengan makna berbeda-beda.
Ini menjelaskan pedoman serta prinsip seorang hamba Tuhan agar mereka dapat mengelola dan menggunakan harta yang dimiliki secara bijaksana. Bersyukur juga tidak hanya dilakukan saat mendapatkan rezeki melimpah saja, melainkan pada hal kecil yang terjadi di diri sendiri.
Baca juga: Doa Persembahan Perpuluhan
Arti Perpuluhan Dalam Kristen
Perpuluhan dalam konteks Kristen merujuk pada praktik memberikan sebagian dari pendapatan atau harta kekayaan seseorang kepada gereja atau tujuan pelayanan rohaniah. Arti dari perpuluhan dalam Kristen melibatkan pemahaman bahwa memberikan perpuluhan adalah suatu bentuk pengakuan atas keberkahan dan pemberian Tuhan dalam kehidupan seseorang. Perpuluhan dianggap sebagai suatu kewajiban dan sikap hati yang bersyukur, mencerminkan prinsip pemberian dan tanggung jawab keuangan dalam kerangka iman Kristen.
Pertama, arti perpuluhan dalam Kristen melibatkan pengakuan akan Tuhan sebagai sumber segala keberkahan. Memberikan perpuluhan adalah cara bagi umat Kristen untuk menyatakan rasa syukur dan pengakuan bahwa segala sesuatu yang dimiliki berasal dari Tuhan. Arti ini menekankan bahwa memberikan perpuluhan adalah bentuk tanggung jawab spiritual dan pengakuan akan kepemilikan Tuhan atas segala sesuatu.
Selanjutnya, perpuluhan dalam pandangan Kristen mencakup arti disiplin keuangan dan kepercayaan pada Tuhan sebagai penyedia. Praktik memberikan perpuluhan mengajarkan umat Kristen untuk mengatur keuangan mereka dengan bijaksana, mengutamakan Tuhan dalam pengeluaran, dan melatih diri untuk memiliki kepercayaan bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhan mereka. Arti ini melibatkan pengembangan disiplin dan kebijaksanaan dalam manajemen keuangan sehari-hari.
Perpuluhan dalam Kristen juga melibatkan arti mendukung pelayanan gereja dan proyek-proyek misi rohaniah. Memberikan perpuluhan dianggap sebagai kontribusi yang membantu mendukung kesejahteraan gereja dan proyek-proyek misi, memungkinkan kelanjutan pelayanan dan penyebaran Firman Tuhan. Arti ini menekankan peran umat Kristen dalam membangun dan mendukung komunitas rohaniah serta menyebarkan ajaran Kristus ke seluruh dunia.
Terakhir, arti perpuluhan dalam Kristen menciptakan sikap kepedulian dan keberkatan yang meluas. Praktik memberikan perpuluhan bukan hanya tentang memberikan sejumlah uang atau harta, tetapi juga tentang memberikan hati dan kepedulian terhadap kebutuhan sesama. Arti ini menyoroti peran perpuluhan dalam menciptakan keberkatan bagi individu dan komunitas, menginspirasi umat Kristen untuk hidup dengan sikap penuh kasih dan kepedulian terhadap sesama.
Ayat Alkitab Tentang Memberi Persepuluhan (Perpuluhan)

Alkitab memberikan informasi dan pedoman kepada umat Kristiani bagaimana cara mengabdikan seluruh tubuhnya pada Tuhan dengan cara mengucap syukur atas apa yang sudah dimiliki selama ini.
Jika senantiasa bersyukur, hidup akan terasa terus berkecukupan tanpa adanya kata keluhan yang keluar dari lisan. Di dalam ayat Alkitab tentang perpuluhan juga menggambarkan bagaimana Anda bisa hidup berkecukupan kalau bisa saling berbagi dengan sesama.
1. Roma 12:1
Ayat 1 : “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Dalam Roma ayat pertama, dijelaskan bahwa sebagai manusia diyakinkan bahwa bukan harta yang pertama adalah Allah inginkan. Namun hal itu adalah tubuh manusia sendiri sebagai persembahan secara utuh dan hidup kepadaNya selama menjadi umatNya.
Melalui kehidupan saat ini di bumi, seluruh tindakan dan tingkah laku manusia yang diperkenan oleh-Nya ini sudah dianggap sebagai bentuk ibadat murni yang abadi. Maka dari itu, selaku umat Kristiani penting bagi seluruhnya agar senantiasa menjaganya.
2. 2 Korintus 8:2
Ayat 2 : “Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.”
Sementara dalam Korintus 8:2 disebutkan bahwa apa saja yang sudah membuat manusia merasa senang harus disyukuri apapun bentuknya. Meskipun seseorang tengah dihadapkan dengan berbagai masalah dan cobaan, maka perlu untuk mengucapkan syukur kepadaNya.
Walaupun seseorang merasa tidak kaya dan merasakan banyak penderitaan dalam hidupnya, Tuhan memberi tahu bahwa kuncinya adalah menjaga kemurahan hati dan selalu rendah hati. Allah pun selalu di sisi manusia jika mereka tetap mempertahankan sifat tersebut selama hidup.
3. Mazmur 119:108
Ayat 108 : “Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian berkenan kepada-Mu, ya TUHAN, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu kepadaku.”
Apa saja yang telah diberikan oleh Tuhan tentu didasari atas kebaikanNya kepada umatNya, bukan berniat untuk menyombongkan, melainkan Allah selalu bermurah hati pada seluruh hambaNya. Dengan begitu, umat manusia wajib mengucap syukur tiap harinya atas segala karunia dan rezeki.
Apapun yang diberikan kepada Tuhan jika dilandasi dengan rasa rendah hati dan tidak sombong diri maka Tuhan akan selalu menerimanya dalam bentuk apapun, baik berupa pujian yang diinginkan sebab manusia juga perlu mempelajarinya terlebih dahulu sebelum menerapkannya.
4. 1 Tawarikh 29:17a
Ayat 17a : “Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.”
Dalam Tawarikh khususnya ayat 29 dijelaskan bahwa Tuhan selalu memperkenankan pada seseorang yang memiliki rasa ikhlas dan tulus, tentu hal ini pun harus dilakukan oleh umatNya agar senantiasa mendapatkan ridho dan perkenanNya.
Mengingat bahwa Allah selalu berkenan kepada orang yang tulus dalam bertindak, maka sudah seharusnya seluruh umatNya punk mempersembahkan persembahan secara sukarela. Jangan sampai berharap kebaikan ketika melakukan suatu hal kepadaNya.
5. 2 Korintus 9:27
Ayat 27: “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Dalam Korintus ayat 27 dijelaskan bahwa apa saja yang diberikan kepada Tuhan tidak akan ada artinya apabila Anda memberikannya dengan harapan kebaikan setelahnya, jadi lakukan persembahan tanpa mengharapkan apapun dikembalikan terutama menuntut imbalan.
Tidak akan ada artinya meski memberikan seluruh harta dalam jumlah banyak banyak namun tidak bersukacita saat melakukannya, Allah diketahui lebih suka terhadap seseorang yang mempersembahkan kepadaNya dengan bersungguh-sungguh dan tulus.
Baca Juga: Ayat Alkitab Tentang Persembahan Kasih
6. Matius 5:24
Ayat 24 : “tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
Berikutnya adalah Matius 5:24 yang menjelaskan mengenai kebiasaan berbicara dengan bahasa tulus, Alkitab pun juga memberi tahu mengenai cara persembahan korban menurut kebenaran. Tujuannya agar menyesuaikan seperti perkenanNya.
Dalam ayat Alkitab Matius 5:24 penting untuk berdamai terlebih dahulu dengan seluruh umat manusia di muka bumi ini. Terutama jika sedang berhubungan akibat adanya suatu masalah yang belum terselesaikan, maka harus diselesaikan terlebih dahulu agar memperoleh kedamaian abadi.
7. Amsal 3:9-10
Ayat 9-10 : “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”
Allah menciptakan bumi memang layak untuk mendapat kemuliaan hormat, sebagai umat manusia perlu mengucap syukur atas semua berkat dan rejeki yang Tuhan berikan hingga melimpah seperti ini. Contoh kecilnya adalah berupa kesehatan sehingga harus disyukuri karena masih bisa beraktivitas.
Dengan mengucap syukur ini, umat manusia senantiasa bisa tergerak untuk memberi secara sukarela berupa korban persembahan. Pasalnya hal ini dianggap sebagai pekerjaan paling mulia jika diberikan kepada Tuhan terlebih dilakukan atas ketulusan hati tanpa berharap imbalan.
8. Mazmur 4:6
Ayat 6 : “Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.”
Dalam aspek kehidupan ini, apabila Anda percaya mengenai kebesaran Tuhan, maka Dirinya pun tidak pernah ragu memberikan pertolongan kepada hambaNya. Tentu saja hal ini perlu diyakini oleh seluruh umat manusia di bumi ini.
Sebenarnya Tuhan tidak pernah menuntut umatNya untuk memberikan harta bendanya dalam jumlah banyak, melainkan dirinya hanya meminta kepada hambaNya agar senantiasa mempersembahkan kebahagiaan dan pengorbanan padaNya.
9. 2 Korintus 8:12
Ayat 12 : “Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.”
Anda pun bisa memberikan segala hal untuk memuliakan Tuhan sebagai bentuk kepercayaan kepadaNya, ayat ini menjelaskan mengenai sikap kerelaan umatNya sebagai hak dari Tuhan Yesus.
Bukan menjadi hal yang berarti untuk diperkenankan kepada Tuhan ketika Anda justru berbuat keburukan dalam hidup, tentu saja tindakan seperti ini tidak disukai oleh Yesus sehingga sebagai umatNya harus senantiasa memuliakanNya.
10. Filipi 4:19
Ayat 19 : “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”
Kehidupan yang dialami oleh manusia memang selalu berubah-ubah, ada saatnya untuk kesulitan kebutuhan finansial maupun sedang merasa cukup akan perolehan rezeki dari Tuhan. Kekayaan seperti ini wajar harus diakui oleh semua umat sebagai bentuk pemuliaan.
Dalam ayat Alkitab Filipi 4:19 disebutkan bahwa Tuhan akan setia kepada hambaNya yang selalu memohon kepadaNya, tentunya hal ini pun perlu Anda sadari sehingga penting untuk selalu berbuat kebaikan dan pemuliaan kepadaNya.
Baca juga: Doa Pembacaan Alkitab
11. Matius 6:2
“Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”
12. 2 Korintus 9:11
“kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.”
13. Lukas 6:30
“Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.”
14. Maleakhi 3:10
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
15. Mazmur 37:4
“dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”
16. 1 Korintus 13:3
“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.”
17. Amsal 21:26
“Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas.”
18. Matius 19:21
“Kata Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.””
19. Matius 10:8
“Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
20. Mazmur 37:21
“Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.”
Baca juga: Doa Persembahan Kristen
21. Nehemia 8:10
“Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: ”Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.”
22. Amsal 31:9
“Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.”
23. Korintus 9:7
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
24. Amsal 18:16
“Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar.”
25. 1 Tawarikh 29:14
“Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.”
26. Amsal 11:25
“Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
27. Lukas 6:38
“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
28. 2 Korintus 9:10
“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”
29. Amsal 3:27
“Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.”
30. 2 Korintus 9:8
“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berlebihan di dalam pelbagai kebajikan.”
Baca juga: Doa Pembuka Ibadah
Itu tadi informasi berkaitan dengan ayat Alkitab tentang perpuluhan yang bisa Anda jadikan sebagai pegangan untuk selalu bersyukur dan berbagi atas apa yang diberikan Tuhan saat ini. Jika hal ini diterapkan secara terus menerus dalam hidup, tentu semua akan terasa cukup.
Selain itu, bukan hanya dengan mengucap syukur saja atas apa yang sudah Tuhan berikan, melainkan juga menjaga secara baik pemberian tersebut selama menjalani hidup. Dengan begitu, semua aktivitas yang Anda lakukan menjadi lebih lancar serta bermakna.