Ayat Alkitab Tentang Hari Sabat – Apakah Anda pernah mendengar tentang hari sabat? Ini merupakan satu hari yang penting dan disebut juga sebagai hari ketujuh, beristirahat, dan lain sebagainya. Semua itu tercantum secara jelas di dalam Alkitab umat Kristiani.
Ini juga tercantum di dalam 10 hukum Musa. Dimana Tuhan memberitahukan mengenai hari sabat secara jelas kepada manusia yang berkaitan dengan tujuan, asal usul, masa berlaku, serta hal penting lainnya yang perlu diketahui dengan seksama.
Pada saat ini, hari sabat sendiri sudah bisa Anda ketahui secara jelas dan dikenal sebagai hari minggu di dalam kalender. Hari tersebut identik dengan warna merah, di mana semua orang beristirahat dalam melakukan kegiatan yang biasa dilakukan dari Senin hingga Sabtu.
Di dalam ayat Alkitab tentang hari sabat, diterangkan secara rinci agar mudah bagi umat Kristiani dalam memahaminya. Kebanyakan dari mereka juga menjadikannya sebagai hari dimana keluarga, kerabat, sahabat, maupun orang terkasih berkumpul untuk menyembah serta memuji Tuhan dalam ibadahnya.
Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Qurban
Arti Hari Sabat dalam Kristen
Hari Sabat dalam konteks Kristen memiliki arti yang kaya dalam kaitannya dengan praktik keagamaan dan spiritualitas. Arti dari Hari Sabat dalam Kristen melibatkan pemahaman bahwa itu adalah hari yang diberkati oleh Tuhan untuk menjadi waktu istirahat dan pemujaan. Hari Sabat dianggap sebagai suatu kesempatan untuk merenung, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan merestorasi energi rohaniah dan fisik.
Pertama, arti Hari Sabat dalam Kristen mencakup konsep pemujaan dan penghormatan terhadap Tuhan. Hari Sabat dianggap sebagai waktu yang diberkati untuk mengenang penciptaan, mengakui keagungan Tuhan sebagai Pencipta, dan memberikan waktu bagi umat Kristen untuk bersama-sama menyembah-Nya. Arti ini menekankan pentingnya Hari Sabat sebagai suatu bentuk pengabdian dan tanda ketaatan kepada perintah Tuhan untuk menguduskan hari itu.
Selanjutnya, arti Hari Sabat melibatkan konsep istirahat dan perenungan. Hari Sabat memberikan kesempatan bagi umat Kristen untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari, menghentikan pekerjaan fisik, dan merenungkan arti hidup dan hubungan pribadi dengan Tuhan. Arti ini menyoroti bahwa Hari Sabat adalah momen ketenangan dan kedamaian yang membawa manfaat spiritual dan mental.
Hari Sabat dalam Kristen juga memiliki arti sebagai peluang untuk bersekutu dengan sesama umat Kristen. Melalui kehadiran di ibadah dan pertemuan gereja pada Hari Sabat, umat Kristen dapat memperkuat hubungan komunal, mendukung satu sama lain dalam pertumbuhan rohaniah, dan bersama-sama merayakan iman mereka. Arti ini menekankan bahwa Hari Sabat bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal yang memperkuat jalinan komunitas Kristen.
Terakhir, arti Hari Sabat mencakup konsep pemulihan dan penyegaran. Hari Sabat dianggap sebagai waktu untuk merestorasi kekuatan fisik dan rohaniah, memberikan kebugaran dan perspektif baru bagi individu untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Arti ini menyoroti bahwa Hari Sabat adalah suatu anugerah yang Tuhan berikan untuk keberlanjutan keseimbangan dan kesejahteraan hidup.
Daftar Ayat Alkitab tentang Hari Sabat

Seperti yang sudah Anda ketahui, di hari minggu kebanyakan umat Kristiani akan pergi ke gereja untuk melakukan ibadah dan menyembah kepada Tuhan. Pada hari itu, tidak ada kegiatan lain, termasuk pekerjaan, pendidikan, jual beli, serta lain sebagainya.
Di dalam ayat Alkitab tentang hari sabat ini, Anda bisa memahami makna di balik kegiatan tersebut. Dengan begitu, umat Kristiani bisa melaksanakan ibadah lebih khusyuk dari biasanya.
1. Keluaran 20:8
Ayat 8 : “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.”
Hari Sabat pertama kali muncul di dalam hukum yang diberikan untuk bangsa Israel. Misalnya, hukum tersebut termasuk dalam hukum keempat di dalam sepuluh perintah yang dicatat di Keluaran 20:8 ini. Hari sabat tersebut dimaksudkan beristirahat atau berhenti. Hari ketujuh yang disebut hari sabat juga memaksudkan hari peristirahatan Allah.
2. Keluaran 20:11
Ayat 11 : “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”
Selama 6 hari berturut turut Allah menjadikan bumi dan langit, maka pada hari ketujuh Allah berhenti dari semua pekerjaanNya dan menguduskan hari itu. Pada hari itu Allah menjelaskan apa yang dilakukan-Nya pada hari ketujuh penciptaan, sebenarnya Ia tidak memberikan perintah kepada manusia. Allah juga tidak mewajibkan orang yang tidak berada dalam hukum Musa menjalankannya.
3. Lukas 13:10
Ayat 10 : “Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.”
Pada hari sabat, Yesus tetap mengajar dalam suatu rumah ibadat. Dalam hal ini hari Sabat sendiri bukan memaksudkan tidak berbuat apa apa atau tidak boleh bekerja bahkan pekerjaan ringan sekalipun. Yesus tetap melakukan pengajaran bahkan dirumah rumah ibadat.
4. Kolose 2:13,14
Ayat 13 dan 14 : “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:”
Seperti halnya Yesus Kristus yang juga merayakan Hari Sabat karena Ia termasuk orang Yahudi, Ia memiliki kewajiban untuk menaati Hukum Musa sejak dilahirkan. Namun, dari ayat ini kita diberitahu setelah Yesus Mati untuk penebusan dosa maka perjanjian Hukum Musa termasuk Hari Sabat sudah tidak berlaku lagi karena digantikan dengan Hukum kasih dari Allah.
5. Ibrani 4:9
Ayat 9 : “Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.”
Kita memperhatikan Kata-kata yang Rasul Paulus katakan bahwa “masih ada tersedia hari ketujuh atau hari perhentian bagi umat Allah” yakni sabat. Ini memaksudkan desakan rasul Paulus untuk semua orang kristen perlu berupaya sebisanya untuk masuk kedalam hari peristirahan Allah. Hal ini memaksudkan perwujudan kehendak Allah bagi bumi yang sepenuhnya akan digenapi.
6. Markus 2:28
Ayat 28 : “jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”
Seperti yang telah ditetapkan oleh hukum yang Allah berikan dimana ada 6 hari kerja, dan satu hari setelahnya disebut hari sabat. Pada hari itu Yesus banyak melakukan Mukjizat dan menyembuhkan orang orang.
Maka, hal inilah yang menjadi gambaran di masa depan bahwa akan ada kehidupan penuh damai dan berkat berkat yang bisa dinikmati umat Allah setelah berakhirnya masa pemerintahan setan. Oleh sebab itu, Yesus Kristus disebut sebagai Tuan bagi Hari Sabat.
7. Matius 24:20
Ayat 20 : “Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.”
Dalam ayat ini, Yesus sebenarnya menandaskan pentingnya untuk tidak menunda nunda waktu sebelum datangnya hari Allah. Kita perlu bertindak dan membuktikan kasih kita kepada Allah disertai dengan doa. Supaya kelak ketika harinya tiba kita tidak terlambat untuk melayaniNya.
Jika kita terus menunda waktu, maka kita bisa saja diumpamakan seperti orang orang yang hidup pada saat zaman Nuh, yang tidak mendengar peringatan untuk masuk ke dalam bahtera.
8. Matius 12:12
Ayat 12 : “Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.”
Yesus Kristus berkata kepada para ahli Taurat dan Orang Farisi tentang seharusnya bagaimana mereka memandang hari Sabat tersebut. Diilustrasikan seperti hewan domba yang jatuh di dalam lobang, pasti diantara mereka akan langsung menyelamatkannya bahkan dihari sabat bukan? Karena pada waktu itu domba dianggap sebagai investasi keuangan.
Begitu pula, manusia lebih berharga dipandangan Allah, maka tidaklah salah berbuat baik kepada orang lain di hari sabat bukan daripada kepada domba. Inilah yang Yesus maksudkan ketika Ia menyembuhkan orang orang pada hari sabat.
9. Roma 15:4
Ayat 24 : “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu , telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”
Ayat ini mengingatkan kepada kita bahwa segala sesuatu yang menjadi hukum dan ditulis di zaman dahulu memiliki tujuan pembelajaran untuk kita masing masing. Hal ini juga yang menjadi dasar agar iman kita teguh dan memiliki pengharapan, ketekunan serta penghiburan dalam Alkitab.
Sekarang Alkitab menggunakan hukum dan prinsip yang memberikan setiap orang kebebasan untuk memutuskannya sendiri, hal ini cocok menjawab kesalahpahaman bahwa orang kristen tidak boleh menyisihkan satu hari untuk beribadat atau beristirahat.
10. Yohanes 5:16
Ayat 16 : “Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.”
Yesus merayakan Hari Sabat. Meskipun demikian, Ia melakukan hal hal pada hari Sabat karena memandang semua itu dari sudut pandang Allah. Ia lebih berbelas kasihan kepada mereka yang tertekan dan membutuhkan pertolongan, sifat kasih lebih unggul daripada hukum lainnya yang ada di dunia.
Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Puasa
11. Kejadian 2:2-3
“Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia pada hari yang ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh dan menguduskannya.”
12. Yesaya 58:13-14
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat ”hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN ”hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya.”
13. Yehezkiel 20:19-20
“Akulah TUHAN, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.”
14. Ulangan 5:15
“Sebab haruslah kau ingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.”
15. Ulangan 5:12-14
“Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang mana pun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga.”
16. Roma 14:5
“Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting daripada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.”
17. Kolose 2:16-17
“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.”
18. Kejadian 2:3
“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”
19. Imamat 26:2
“Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN.”
20. Imamat 23:3
“Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi TUHAN di segala tempat kediamanmu.”
21. Ibrani 4:11
“Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.”
Baca Juga :
Di dalam ayat Alkitab tentang hari sabat yang sudah dijelaskan di atas, dapat ditarik kesimpulan jika hari tersebut bertujuan agar umat Kristiani dapat beristirahat sejenak setelah melakukan kegiatan tanpa henti selama 6 hari.
Selain itu, hari tersebut merupakan waktu dimana Anda dan Tuhan menjadi semakin dekat. Ini akan membantu membuat keimanan serta ketaqwaan di dalam diri meningkat, apalagi jika ibadah dilakukan secara khusyuk serta penuh penghayatan di dalamnya.