Pengertian Misdinar – Bagi Anda yang pernah datang dalam ibadah Katolik, pasti sering melihat beberapa anak yang ada di altar. Mereka ini adalah para putra altar atau biasa juga disebut dengan misdinar. Walaupun demikian, banyak yang belum memahami pengertian misdinar dan fungsinya.
Pengetahuan tentang keberadan misdinar, tugas yang diemban dan segala hal yang berkaitan dengannya adalah hal yang penting. Sebab, menjadi misdinar juga merupakan sebuah panggilan suci. Tidak semua anak bersedia dan dipilih untuk menjadi putra altar.
Dengan pemahaman yang benar, maka setiap anak yang terpilih maupun keluarganya bisa menyikapinya dengan bijak. Pengarahan bisa lebih mudah dilakukan jika dasar pemahamannya sudah terpenuhi terlebih dahulu.
Arti Misdinar
Putra Altar atau Misdinar adalah mereka yang membantu Imam saat mengadakan Perayaan Ekaristi. Pada awal mulanya seorang Putra Altar adalah sebuah tingkatan pastoran sebelum menjadi imam. Umumnya, misdinar itu laki-laki.
Pengambilan kata misdinar adalah berasal dari kata misdienaar yang merupakan bahasa Belanda. Arti dari kata ini sendiri adalah asisten muda. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika semua misdinar merupakan remaja yang memang memiliki jiwa muda dan sesuai dengan penamaan ini.
Selain membantu imam, tugas misdinar yang lain juga mencakup pelayanan di dalam dan luar misa. Para misdinar harus mau menjadi pelayan yang sesungguhnya bagi umat agar bisa menjadi jembatan untuk banyak orang mengenal Kristus. Arti lain dari sebutan misdinar adalah Tentara Allah.
Namun, para tentara muda ini tidak dimaksudkan untuk berperang dalam arti sebenarnya. Melainkan sebagai perlambang orang yang menjalankan misi, yaitu sebuah panggilan kudus. Sesuai karakter tentara, maka para misdinar harus patuh pada arahan namun juga tidak selalu tegang ketika berada di luar misa.
Misdinar memang sama dengan putra altar, namun seiring dengan berjalannya waktu, penyebutan yang lebih banyak digunakan adalah misdinar. Hal ini dikarenakan para asisten imam ini tidak lagi hanya terbatas anak lelaki saja, tetapi juga anak perempuan.
Pelindung Misdinar
Sebagai seorang yang terpilih, tentu Tuhan tidak lantas membiarkan para misdinar untuk berjalan sendiri. Tuhan memberikan pelindung bagi mereka agar bisa senantiasa menjaga iman kekristenan dan menjadi penghibur ketika dalam masa yang sulit. Nama dari pelindung para putra altar tersebut adalah St. Tarsisius.
Selain dilindungi oleh orang kudus, para misdinar juga harus melindungi diri mereka sendiri dengan melandaskan hidupnya dengan empat pilar utama yang merupakan pedoman hidup. Keempat pilar tersebut adalah Sabda Tuhan. Doa dan Liturgi, Persaudaraan serta Pelayanan.
Baca juga: Arti Mencium Cincin Uskup Saat Bersalaman
Fungsi Misdinar
Menjadi seorang misdinar adalah sebuah kebanggaan dan juga tanggung jawab yang besar. Maka ketika sudah terpilih, seorang anak harus bisa membaktikan dirinya dan menjadi pribadi yang lebih baik agar menjadi berkat bagi umat. Nah, berikut ini adalah fungsi misdinar:
- Membantu Imam
- Mengantar persembahan
- Menuangkan air putih dan anggur
- Membawa air cuci tangan Imam
- Menjadi panutan umat
Kelebihan Menjadi Seorang Misdinar
Ada banyak kelebihan yang didapatkan oleh seorang misdinar. Hal ini merupakan anugerah, karena sudah membaktikan dirinya kepada Kristus dan mau menjadi pelayan bagi umat. Salah satu hal yang menjadi kelebihan seorang misdinar adalah menjadi yang pertama ketika menerima komuni.
Selain itu, para misdinar juga akan selalu dikenali ketika ada dalam misa, sebab mereka akan mengenakan jubah khusus. Hal ini bisa menjadi sebuah identitas yang membawa kebahagiaan namun juga tanggung jawab.
Posisi duduk misdinar pun sangat dekat dengan imam, mereka memiliki akses lebih untuk mendekati altar maupun memegang alat liturgi. Hal ini tentu tidak didapat oleh orang awam. Semua kelebihan yang didapatkan oleh para misdinar ini juga selayaknya dibarengi dengan bentuk kerendahan hati agar tidak merasa lebih tinggi dari yang lainnya.
Baca juga: Kapel Sistina Vatikan
Persyaratan Menjadi Misdinar
Anda tertarik untuk menjadi misdinar? Berikut ini adalah beberapa persyaratan yang harus Anda perhatikan:
- Sudah dibaptis
- Sudah mendapatkan komuni pertama
- Tidak dalam keadaan terpaksa
- Memiliki niat pribadi untuk menjadi seorang misdinar
- Rajin dan setia
- Berusia maksimum 21 tahun
- Paham tata urutan liturgi ekaristi
- Belum menikah
- Memahami alat-alat yang biasa digunakan untuk prosesi ekaristi
Jika ada seseorang yang berusia di atas 21 tahun dan pernah menjadi misdinar, mereka tetap bisa mengambil peran dalam pelayanan ini. Namun, mereka tidak akan lagi tampil melayani ketika misa. Posisi mereka akan menjadi pembimbing bagi calon misdinar yang baru.
Baca juga: Delapan Simbol Roh Kudus
Empat Spiritualitas yang Harus Dimiliki Misdinar
1. Menjalankan Tugas dengan Penuh Cinta
Walaupun pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang misdinar tampaknya sangat biasa, namun semua pekerjaan tersebut haruslah tetap dilakukan dengan penuh kecintaan, baik kepada pekerjaan Tuhan maupun kepada Tuhan itu sendiri.
Sebab segala sesuatu yang dilakukan dengan bersungut-sungut tidak akan diterima oleh Tuhan. Apalagi pekerjaan ini adalah sebuah pekerjaan mulia, sebab yang dilayani bukan hanya sesama manusia tetapi terlebih lagi adalah Allah.
2. Terbuka dan Rendah Hati
Menjadi seorang misdinar yang tampil di depan publik menjadikan profil orang tersebut juga terlihat oleh umat. Maka dari itu, seorang misdinar harus pandai membawa diri, bukan hanya ketika bertugas saja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga harus mau menerima saran dan kritik, mau terbuka dengan segala perubahan dan masukan.
Selain itu, rasa rendah hati juga harus dipupuk. Hal ini disebabkan menjadi misdinar bisa dikatakan sebagai langkah untuk menjadi terkenal di kalangan umat.
Posisi ini bisa menjadikan seseorang sebagai seorang selebritas rohani, sehingga diperlukan kerendahan hati agar tidak menjadi sombong dan merasa lebih layak dibandingkan yang lain.
3. Bertanggung Jawab
menjadi asisten imam juga bukan perkara yang mudah. Ketika ada di altar, kesalahan harus diminimalisir. Maka dari itu, ketika akan menjadi seorang misdinar harus melalui proses bimbingan yang cukup panjang.
Proses ini adalah untuk persiapan agar memupuk rasa tanggung jawab. Sekecil apapun dan sesering apapun melakukan tugas, harus terus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, Sebab segala sesuatu yang dikerjakan adalah untuk Tuhan.
4. Melayani dengan Jiwa Pengabdian Tanpa Pamrih
posisi misdinar memang tidak sama dengan imama maupun bruder dan frater, namun hal yang membuat mereka sama adalah jiwa pengabdian yang tanpa pamrih. Keikhlasan melayani umat dan Tuhan haruslah menjadi komitmen yang senantiasa diperbarui setiap waktu.
Meskipun nantinya tidak mendapatkan upah di dunia, namun upah mereka akan didapatkan kelak di surga. Bahkan jika hasil jerih lelah seakan tidak dihargai, maka tidak boleh mengeluh sebab sudah diniatkan sejak awal untuk berbakti.
Memahami pengertian misdinar dan fungsinya membuat kita bisa menghargai setiap panggilan dan tugas dari setiap pelayan Tuhan. Memang menjadi keutamaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bahkan sejak kanak-kanak. Dalam berbagai kesempatan, Yesus selalu menggunakan perumpamaan anak-anak untuk menjelaskan perihal ketulusan dan kecintaan kepada Allah.
Maka, jika mendapatkan panggilan menjadi seorang misdinar ada baiknya untuk memenuhi panggilan tersebut. Walaupun tanggung jawab semakin berat, tetapi ada berkat melimpah dan anugerah yang besar yang juga Tuhan janjikan untuk orang yang berbakti kepada-Nya.