7 Arti Huruf O Pada Lagu Lagu Gereja Masa Natal

Menyambut Natal memang senantiasa penuh dengan sukacita dan bahagia karena menjadi peringatan penting akan kelahiran Yesus Kristus Sang Mesias. Berbicara soal Natal, mungkin ada sedikit keingintahuan mengenai arti huruf O pada lagu lagu gereja Masa Natal.

Huruf atau antifon O menjadi tidak asing karena sering dilagukan pada setiap tembang. Hal ini bukan semata-mata pelengkap atau penambah syair saja, melainkan ada makna tersendiri dari masing-masing penggunaan huruf O pada setiap judul lagu Natal.

Segala persiapan rohani terasa belum lengkap jika belum melatih puji-pujian Masa Natal yang menyenangkan bersama orang terdekat, baik teman dan keluarga. Kebiasaan ini umumnya dilakukan di samping perenungan dan refleksi kehidupan dalam menghayati kedatanganNya.

Untuk itu, setiap umat mampu mewujudkan rasa syukur atas kasih, anugerah, serta cinta Allah kepada manusia lewat lagu pujian yang ada. KehadiranNya yang bertahta di atas pujian semakin mendekatkan diri setiap pribadi kepada Sang Juru Selamat.

Arti Huruf O Pada Lagu Lagu Gereja

Antifon merupakan kalimat pendek yang berasal dari Kitab Suci dan umumnya dibawakan atau dinyanyikan sebelum maupun sesudah Mazmur di dalam liturgi. Setiap antifon O memiliki karakter serta makna yang asli.

Huruf O didepan gelar mesias merupakan kepanjangan dari kata Ero Cras atau di singkat O Cras yang berasal dari bahasa latin artinya Besok Aku Akan Datang. Jadi makna dari huruf O itu adalah merupakan seruan bahwa Yesus akan datang dan hadir di dunia.

Ada doa atau permohonan yang diselipkan ke dalam pujian untuk menambatkan pengertian khusus bagi setiap manusia.

1. O Sapientia (O Kebijaksanaan)

“O Kebijaksanaan yang mengalir dari Sabda yang Maha Tinggi, menggapai dari ujung ke ujung dengan penuh kuasa dan dengan gembira memberikan segala sesuatu: datang dan ajarlah kami jalan kebijaksanaan.”

Sebagai Sabda Allah yang berupa kebijaksanaan, Yesus telah datang dan turun ke dunia menyerupai seorang bayi kecil di palungan. Ia juga wafat di kayu salib sebagai tanda penebusan dosa manusia.

Di dalam doa dan permohonan O Sapientia, manusia mengirimkan pengharapan tentang jalan-jalan yang akan dilalui menuju Allah Bapa hanya bersama dengan Yesus. Setiap umat mendoakan sebuah keberanian dalam mencontoh Yesus yang tidak pernah putus mengasihi dan melayani sesama.

2. O Adonai (O Tuhan Pemimpin Umat)

“O Tuhan dan Penguasa dari Bangsa Israel yang telah menampakkan diri kepada Musa dari dalam semak terbakar dan telah memberikan kepadanya hukum di Sinai: datang dan bebaskanlah kami dengan rengkuhan lenganMu.”

Jika sebelumnya Allah mengirimkan dan menyatakan segala hukumNya dengan perantara dua loh batu, maka di masa kini Ia memberikannya melalui Tuhan atau seorang Pribadi.
Tuhan akan selalu menyertai langkah hidup manusia, mau sekecil atau seberat apa pun apabila Ia menjadi pusat kehidupan yang utama dan amin.

3. O Radix Jesse (O Pangkal Isai)

“O Pangkal Isai yang berdiri sebagai tanda bagi orang-orang, yang di hadapanNya seluruh raja tidak dapat membuka mulut mereka; yang kepadaNya seluruh bangsa harus berdoa: datang dan bebaskanlah kami, janganlah menunda lagi.”

Pangkal Isai mengartikan pada sebuah kelanjutan dari Raja Daud, mengingat Isai adalah ayahnya. Kota Yerusalem sudah menghadapi kehancuran. Bangsa Israel juga ikut menjalani pembuangan di Babilonia. Kondisi tersebut hanya menimbulkan keputusasaan dan ketiadaan harapan.

Namun, tunas yang sedang ditanam tidaklah mati dan tetap bertumbuh kembali. Hal ini cocok dengan perkataan Malaikat Gabriel yang ditujukan kepada Maria bahwa Allah akan memberikan kepadaNya tahta Daud dan kerajaanNya tidak akan berakhir.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Kapel Sistina Vatikan

4. O Clavis David (O Kunci Daud)

“O Kunci Daud dan tongkat dari Bangsa Israel; yang mana apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka: datang dan pimpinlah tawanan dari rumah penjara dan dia yang duduk dalam kegelapan dan bayang-bayang maut.”

Sebagai Kunci Daud, Yesus digambarkan sebagai pemilik kekuasaan yang tidak terbatas dari Kerajaan Surga sekaligus mampu membebaskan manusia dari perhambaan dosa. Santo Petrus menjadi seseorang yang dipercayakan kunci ini sebagai para penerus serta kepada para rasul.

Masa Adven dan Natal menjadi momentum paling tepat untuk menerima Sakramen Pertobatan supaya penyambutan kedatanganNya bisa dilalui dengan kesucian dan hati yang bersih murni. Seperti yang dikatakan Yesus ketika manusia mau mengampuni dosa, maka dosanya sudah pasti diampuni.

5. O Oriens (O Fajar Timur)

“O Fajar Timur, Cahaya kemegahan abadi, dan matahari keadilan: Datang dan terangilah mereka yang duduk dalam kegelapan, dalam bayang-bayang maut.”

Yesus menjadi sebuah Terang yang mampu mengalahkan kegelapan. Peristiwa Natal membawa manusia pada sebuah perenungan mengenai terang Yesus yang senantiasa menghampiri hati setiap umatNya. Hati yang penuh dosa dan kegelapan boleh disembuhkan menjadi lebih baru.

Tidak sampai di situ saja, manusia juga diajak untuk menjadi terang yang sama seperti Kristus. yang terpenting adalah membagikan wujud iman kepada sesama dan tidak melulu dengan pemberian hadiah kepada orang-orang tercinta.

6. O Rex Gentium (O Raja Segala Bangsa)

“O Raja Segala Bangsa dan yang dirindukan, Batu Penjuru yang membuat Bangsa Yahudi dan non-Yahudi menjadi satu: datang dan selamatkanlah manusia yang telah Engkau ciptakan dari debu tanah.”

Yesus telah datang ke dunia ini bagi seluruh bangsa, baik Yahudi maupun non-Yahudi. Sang Penebus adalah Raja segala raja. Manusia yang berperan sebagai umat Kerajaan Allah kiranya tetap teguh menjalankan misi iman dalam memberitakan kabar sukacita ke seluruh penghujung dunia.

Hadiah dari Allah memang berupa iman, namun bukan berarti bisa disimpan secara pribadi saja. Ada kekuatan yang senantiasa menyokong umat untuk membagikannya kepada sesama.

7. O Emmanuel (O Imanuel atau Allah beserta kita)

“O Emmanuel, Raja dan Pemberi hukum kami, harapan dari semua bangsa dan keselamatan mereka: datang dan selamatkanlah kami, O Tuhan Allah kami.”

Firman yang berbunyi, “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamai Dia Imanuel,” (Yesaya 7:14) menjadi nubuatan Nabi Yesaya akan kedatangan Sang Mesias. Imanuel memiliki arti Tuhan beserta kita.

Luar biasanya, Yesus Kristus sendiri telah menjanjikan hal ini sesaat sebelum kenaikan ke Surga. PernyataanNya membuktikan bahwa Ia akan menyertai umatNya sampai akhir zaman. Hal ini selalu terlihat di dalam kehidupan masing-masing manusia dalam menjunjung setiap langkahnya.

Baca juga: 8 Lambang Roh Kudus yang Sering Digunakan Dalam Kitab Suci dan Seni

Makna dari Ketujuh Huruf O

Apabila setiap huruf antifon O diambil dan dirangkaikan dari urutan ketujuh, maka terbentuklah istilah “ERO CRAS”. Istilah tersebut berasal dari Bahasa Latin dan memiliki makna “Besok, Aku akan datang”. Kerinduan dan penantian manusia telah dijawab oleh Yesus Kristus selama Masa Adven menuju Natal.

Dalam setiap arti huruf O pada lagu lagu gereja Masa Natal, ada harapan-harapan yang disisipkan dan penuh sukacita bagi setiap umat manusia.

Pemaknaannya mampu membawa setiap umat Allah dalam penantian yang penuh kedamaian akan kedatangan dan kelahiran Pembawa Selamat. Setiap lagu dan pujian layak dinaikkan bagi kemuliaanNya.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah orang yang sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan agama terutama Alkitab, renungan, doa, dan lagu rohani.