Pengertian Nabi Menurut Gereja Katolik

Setiap kisah yang baik dan penuh iman dari seorang nabi mampu menjadi inspirasi bagi setiap umat dalam menjalani kehidupannya. Tidak sedikit dari mereka yang telah mengalami keberadaan Allah bagi dunia. Maka dari itu, pengertian nabi dalam Gereja Katolik juga didefinisikan secara luas.

Biasanya, manusia akan menemui nabi sebagai tangan kanan Allah dalam mewartakan atau meneruskan pesan yang harus dilakukan. Tidak hanya itu, seorang nabi dalam cerita kitab suci biasanya harus mampu mengarahkan sebuah bangsa, supaya lebih berpegang teguh kepada Tuhannya.

Sebagai wakil Allah, setiap arahan dan wahyu yang bergantung bagi kepentingan manusia harus mampu disampaikan serta dilakukan oleh setiap umat. Nabi sendiri mendapatkan karunia dari Allah untuk melihat masa depan melalui peristiwa tertentu supaya mampu diperingatkan sejak awal.

Allah sendiri bisa memilih nabi tanpa memandang latar belakang yang dimiliki. Meskipun begitu, rancangan-Nya selalu ajaib dalam memilih pribadi yang mampu mengemban tugas sebagai seorang wakil Allah.

Pengertian Nabi dalam Katolik

Secara umum, Nabi adalah seseorang yang bersabda dan berbicara atas nama Tuhan dalam menyampaikan atau meneruskan pesan-Nya kepada para manusia. Pesan ini dapat berupa sesuatu yang ada di masa lalu maupun masa yang akan datang.

Untuk itu, nabi menjadi seseorang yang menerima karunia atau diterangi oleh Allah. Supaya mampu berkhotbah dalam menyampaikan pesan dan memberikan nubuatan terkait petunjuk maupun perintah Tuhan dalam segala kehendak bagi umat-Nya.

Tidak hanya menyampaikan nubuat dan pesan, ternyata seorang nabi adalah pribadi yang menegur umat jika ada perbuatan yang menyimpang atau tidak berkenan di hadapan Allah. Teguran ini harus disambut dengan permohonan ampun kepada Allah Bapa.

Baca juga: Pengertian Kaul

Katekismus Gereja Katolik Mengenai Nabi

Tidak hanya secara umum, nabi memiliki pengertian lebih mendalam berdasarkan tugas dan pekerjaannya mengenai tanggung jawabnya di hadapan Allah. Tidak hanya sekadar terpilih, berikut beberapa pengertian lebih lanjut seputar nabi menurut Katekismus Gereja Katolik:

1. KGK 64

Allah membina bangsa-Nya demi harapan dalam keselamatan dengan perantaraan para nabi. Keselamatan ini diperuntukkan bagi seluruh orang dalam menantikan sebuah perjanjian yang baru, kekal, serta mampu tertulis di hari mereka (Berdasarkan Yesaya 2:2-4; Yeremia 31:31-34; Ibrani 10:16).

Setiap nabi akan mewartakan pembebasan bangsa milik Allah dengan mengutamakan sikap radikal, penyucian diri dari segala kejahatan, serta keselamatan yang melingkupi setiap bangsa (Berdasarkan Yehezkiel 36; Yesaya 49:5-6; 53:11).

Pembawa harapan bisa dirasakan dari orang-orang yang miskin dan rendah hati di hadapan-Nya. Maria merupakan salah satu tokoh termurni dari antara pembawa harapan lainnya.

2. KGK 201

Para nabi menjadi perantara Allah dalam mengajak Bangsa Israel sebagai bangsa pilihan-Nya, supaya mau berpaling kepada-Nya. Allah adalah satu-satunya di dalam kehidupan setiap umat.

Hal ini ditunjukkan lewat Kitab Ulangan 6:4-5 “Dengarlah, hai orang Israel. Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dan dengan segenap kekuatanmu”.

Ditegaskan juga di dalam Yesaya 45:22 dan 24 “Berpalinglah kepadaKu, dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi. Sebab akulah Allah dan tidak ada yang lain… dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan.”

3. KGK 522

Nabi menggunakan mulutnya untuk mengabarkan kedatangan-Nya. Selama berabad-abad, Allah sudah mempersiapkan kedatangan Putra-Nya untuk menebus dosa manusia. Maka, tidak bisa dipungkiri kalau peristiwa ini termasuk salah satu yang paling dahsyat.

Setiap kurban, lambang, maupun bentuk dari Perjanjian Pertama memang diarahkan kepada Yesus. Hal ini terjadi secara susul menyusul di Israel. Di balik itu, terjadi pergerakan hati dari para kafir supaya mendapatkan pengertian secara samar-samar.

Baca juga: Pengertian Misdinar

4. KGK 762

Terjadi pengungkapan dari para nabi bahwa Israel sudah memutuskan perjanjian dengan bertingkah bagaikan pelacur (Berdasarkan Yesaya 1:2-4). Allah sudah menyiapkan segalanya sejak jauh-jauh hari, termasuk mendirikan sebuah bangsa yang besar sebagai pilihan-Nya.

Nabi mengumumkan perjanjian yang baru dan abadi dengan menyatakan bahwa Kristus telah mengadakan perjanjian yang baru tersebut.

5. KGK 2581

Sebelum dan sesudah terjadinya pembuangan, nabi bekerja untuk memberikan pendidikan pada pertumbuhan iman serta pertobatan dalam hati. Hal ini disebabkan oleh terjadinya pelaksanaan kegiatan religius yang hanya berdampak pada aspek lahiriah saja.

Setiap ajakan maupun proses dalam berdoa dapat berupa pesta, ziarah, kurban, kemenyan, hingga sajian makanan sebagai tanda kedekatan, kekudusan, serta kemuliaan dari Allah Bapa.

6. KGK 2595

Setiap seruan mengenai pertobatan hati manusia dikumandangkan oleh para nabi. Doa syafaat menjadi bentuk pengajuan permohonan bagi setiap umat Allah. Di samping itu, nabi juga berusaha mencari wajah Tuhan melalui sikap yang membara dan penuh keingintahuan.

Baca juga: Pengertian Hari Sabat

Kelompok Nabi

Setelah mendalami dan memahami berbagai macam pengertian yang ada, nabi-nabi dalam sejarah ini dibagi dalam dua pengelompokkan yang cukup besar. Hal ini memudahkan mereka yang ingin mempelajari lebih lanjut seputar nabi dalam sejarah Gereja Katolik.

1. Nabi-Nabi Perjanjian Lama

  • Abraham sebagai Bapa segala bangsa dan umat beriman.
  • Musa seorang pendiri yang memberikan Hukum Taurat dari Allah. Ialah yang memberikan Perjanjian Lama sebagai sesuatu yang tidak bisa disamakan dengan apapun.
  • Miriam, Harun, Eldad, dan Medad yang menerima sabda-Nya melalui penglihatan dalam mimpi dan bukan lewat suara.
  • Debora sebagai ibu dari Bangsa Israel.
  • Samuel, Elisa, dan Elia yang mendapatkan tuntunan luar biasa dari Allah.

Ada beberapa nabi yang memberitakan pesannya secara tertulis dan terbagi menjadi para nabi besar serta para nabi kecil.

  • Yesaya, Yehezkiel, Yeremia, dan Daniel adalah nabi besar.
  • Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria, dan Maleakhi adalah 12 orang nabi kecil.

2. Nabi-Nabi Perjanjian Baru

Biasanya, nabi dalam Perjanjian Baru bertugas untuk menyampaikan setiap rencana dan nubuat dari keselamatan yang disiapkan oleh Allah. Beberapa nabi yang dimaksud adalah Zakaria, Bunda Maria, Elisabet, Hana, Simeon, nabi-nabi dari Antiokhia, Agabus, serta anak perempuan dari Filipus.

Misi Nabi Lewat Baptisan

KGK 1268 dan KGK 785 menegaskan bahwa nabi yang dibaptis telah menerima bagian dalam sebuah imamat Kristus dalam tugas bersama orang beriman lainnya, seperti imam dan raja. Setiap nabi mengambil peran dan bagian dalam tugas kenabian Kristus sembari menjadi saksi-Nya bagi dunia ini.

Baca juga: Pengertian Komuni Pertama


Setelah menelaah lebih lanjut seputar pengertian nabi dalam Gereja Katolik, ada banyak pemaknaan dan pengilhaman baru bagi peran penting tersebut.

Bagaimana seorang nabi sudah sepatutnya menjadi saksi setia atas kabar sukacita dari-Nya. Setiap kisah akan membawa manusia kepada refleksi iman terhadap sejarah peristiwa nabi-nabi terdahulu. Setiap umat semakin mampu meneguhkan dirinya bagi kemuliaan Allah Bapa.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah orang yang sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan agama terutama Alkitab, renungan, doa, dan lagu rohani.