10 Orang yang Pernah Mengalami Stigmata (Tanda Luka Salib Yesus)

Sebuah karunia ternyata juga memiliki arti bahwa Allah ingin menunjukkan kuasanya di depan manusia. Keberadaan mujizat menjadikan semuanya terasa nyata untuk diimani. Begitu juga dengan tanda luka salib Yesus (stigmata) sebagai sebuah karunia.

Beberapa tokoh yang sudah dikenal mendedikasikan hidup sepenuhnya kepada Kristus terbukti mendapatkan anugerah stigmata dalam bentuk yang terlihat maupun tidak terlihat. Namun, tidak jarang hal ini perlu dibuktikan karena sebagian orang juga menganggapnya sebagai sebuah indikasi penyakit.

Gereja sendiri memiliki tugas penting untuk memastikan supaya luka-luka yang ada tidak berasal dari penyebab dengan sifat alamiah. Perlu adanya bukti adikodrati dalam pembuktian keberadaan stigmata sebagai sesuatu yang datangnya benar-benar dari Tuhan.

Sebagai salah satu bentuk persatuan dengan Allah, setiap orang harus memahami bahwa kondisi ini bisa dialami oleh pribadi yang stigmatis dalam penyerahan hidup penuh kepada-Nya.

Pengertian Stigmata

Stigmata merupakan bentuk jamak dari bahasa Yunani, stigma. Merupakan tanda luka-luka dan rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, persis seperti yang dilalui oleh Tuhan Yesus selama peristiwa penyaliban berlangsung.

Hal ini sudah termasuk dengan tanda-tanda sengsara yang diperoleh, seperti luka tombak di bagian lambung, luka paku di tangan dan kaki, goresan mahkota duri, dan bilur-bilur hasil deraan pada hampir semua bagian tubuh, dominannya di area punggung.

Stigmata dialami seseorang ketika sedang menjalani pengalaman atau aktivitas rohani seperti berdoa.

Ciri-ciri stigmata yang benar dalam kristen:

  • Sesuai dengan luka yang diperoleh Tuhan Yesus Kristus
  • Darah yang memancar bersifat murni dan bersih
  • Darah mampu memancar dalam volume yang cukup besar tanpa mencelakai stigmatis
  • Darah yang tercucur pada hari Jumat atau peringatan Jumat Agung
  • Tidak dapat disembuhkan dengan bantuan medis
  • Muncul secara tiba-tiba tanpa adanya dorongan psikologis atau fisik

Baca juga: Arti Mencium Cincin Uskup

10 Orang yang Pernah Mengalami Stigmata

Orang-orang kudus maupun para pribadi yang berikatan intim dengan Tuhan mampu memperoleh karunia sebagai seorang stigmatis. Dalam memahami fakta tanda luka salib Yesus (stigmata), berikut adalah beberapa contoh nyatanya:

1. Beata Elena Aiello

Ia dideklarasikan Diberkati pada tanggal 14 September 2011. Pengalaman stigmata perdananya di hari Jumat Pertama bulan Maret sekitar pukul 3 sore.

Tuhan menampakkan diri kepadanya dengan mahkota duri serta pakaian putih. Tidak lama, mahkota tersebut diletakkan di atas kepala Elena dan darah mulai mengalir. Tuhan berkata bahwa Dia ingin menderita karena ada pertobatan dari orang berdosa sekaligus penghapusan dosa kenajisan.

2. Padre Pio

Kisahnya mengenai karunia stigmata ternyata sudah cukup terkenal sebagai romo pertama yang dianggap sebagai seorang stigmatik. Peristiwa berkelanjutan ini dimulai pada 7 September 1911.

Awalnya, Padre Pio ketakutan dan ingin pertanda tersebut hilang. Tetapi, pada bulan September 1918 muncullah tanda stigmata berupa luka di kedua tangan, kedua kaki, serta lambungnya. Darah segar yang mengucur juga memberikan aroma harum sebagai pengiringnya.

3. Fra Elia

Ia adalah seorang biarawan Kapusin yang lahir di Italia pada tahun 1962. Sejak masih berada di Novisiat Kapusin, Fra Elia telah menjadi stigmatik dengan mendapatkan luka-luka.

Rasa sakit yang luar biasa akibat luka tangan dan kaki akan dialami setiap masa Prapaskah serta Jumat Agung. Hal ini biasanya disertai dengan aroma harum yang keluar. Namun, kondisi stigmatanya termasuk bervariasi karena terkadang tanpa aroma, tanpa keluar darah, maupun tanpa bekas luka.

4. Santa Gemma Galgani

Sebuah penglihatan rohani menghampirinya setelah menerima Komuni Kudus. Yesus berkata bahwa ia akan mendapatkan rahmat khusus.

Ia merasakan rasa sakit yang sangat hebat pada malam hari, seolah-olah akan kehilangan nyawanya. Ada sebuah penglihatan bagaimana Bunda Maria dan Tuhan Yesus menghampirinya. Ia jatuh dan tidak lama setelah sadar, luka pada bagian tangan, kaki, dan dadanya tetap terlihat.

Baca juga: Pengertian Misdinar

5. Marie Rose Ferron

Menerima stigmata sempurna yang dominan bertepatan dengan hari Jumat selama masa Prapaskah berlangsung. Seluruh luka yang diperoleh Yesus sudah ia rasakan di semua bagian tubuhnya.

Darah yang keluar dari tubuhnya senantiasa memberikan bau yang harum dan bertahan sampai keesokan harinya. Meskipun lumpuh dan tidak bisa bergerak, Rose Ferron telah mendapatkan karunia terbesar sebagai pribadi stigmatik pilihan-Nya.

6. Santo Fransiskus Assisi

Stigmatis pertama yang dicatat oleh Gereja Katolik jatuh kepada Santo Fransiskus Assisi yang hidup di tahun 1181 hingga 1226.

Sesaat sebelum Hari Raya Pesta Salib Suci, ia berdoa dan melihat malaikat dengan enam buah sayap menghampirinya. Dari situ, ada rasa sakit yang hebat dan muncul luka pada kedua kaki, tangan, serta lambungnya setelah malaikat tersebut pergi menghilang.

7. Santa Katarina dari Siena

Termasuk salah satu yang terkenal dalam sejarah Gereja Katolik karena sudah mendapatkan banyak karunia, salah satunya adalah stigmata.

Bertepatan pada Februari 1375 ketika mengikuti sebuah misa di Gereja Santa Katrina, ia merasakan lima berkas sinar darah menembus sepasang kaki, tangan, serta lambung sampai-sampai tidak sadarkan diri. Tetapi, hal ini hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri dan tidak mampu disaksikan orang lain.

Baca juga: Kapel Sistina Vatikan

8. Beata Theresa Neumann

Sekitar bulan Februari 1926, ia mulai jatuh sakit dan hanya bisa berbaring di ranjang akibat tubuhnya yang sangat lemah. Terjadilah penglihatan mengenai Yesus yang sedang berdoa di Taman Getsemani.

Darah segar mengalir dari sisi kiri tubuhnya setelah muncul rasa sakit yang luar biasa. Hal tersebut bisa terjadi karena ada luka sejauh beberapa inchi dari letak jantungnya. Peristiwa tersebut terus berlanjut sepanjang Masa Prapaskah dan bertambah hingga ke area kaki dan tangan.

9. Santa Faustina Kowalska

Biarawati ini menjadi seseorang yang memperkenalkan Doa Kerahiman Ilahi kepada umat Katolik. Istimewanya, doa ini bisa dikenalkan karena ada penglihatan bahwa Yesus memintanya untuk membagikan dan menyebarkan Kerahiman Ilahi.

Ia telah menerima beberapa karunia rohani, antara lain bilokasi atau berada di dua tempat dalam waktu yang sama, penglihatan rohani, bernubuat, stigmata, dan lain-lain.

10. Santa Katarina Ricci

Dengan nama baptis Alexandria, Santa Katarina dilahirkan pada 23 April 1522 di Firenze, Italia. Sedari kecil, perempuan ini banyak dikenal sebagai seseorang yang bersahaja dan bijaksana. Istilah “Ectasy of the Passion” juga sudah melekat di dalam dirinya.

Menariknya, stigmata yang dialami berlangsung selama 12 tahun. Luka-luka Yesus bisa dirasakan setiap Kamis siang dan Jumat pukul empat sore.

Baca juga: Lambang Roh Kudus


Setiap orang yang pernah mengalami tanda luka salib Yesus (stigmata) akan membawa setiap umat pada keimanan yang lebih dalam dan teguh kepada Yesus Kristus.

Kisah-kisah orang kudus dan beriman nyatanya mampu memberikan kekuatan yang lebih besar bagi manusia dalam menjalani kehidupannya tanpa ragu atau gentar.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah orang yang sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan agama terutama Alkitab, renungan, doa, dan lagu rohani.